Mengutip pernyataan pejabat-pejabat di wilayah pemberontak, saluran Rusia Vesti-24 mengatakan bahwa Georgia memulai menyerang ibukota kelompok separatis Tskhinvali dengan bom-bom mortir, pada sekitar Kamis tengah malam.
"Baku tembak kemudian berlanjut dengan gencar," kata laporan tersebut.
Mamuka Kurashvili, komandan batalion pasukan pemelihara perdamaian Georgia di zona konflik mengatakan kepada Reuters, bahwa pihak Georgia telah dipaksa untuk menyerang kembali setelah kelompok separatis melancarkan serangan berat terhadap desa-desa di Georgia.
Dia mengatakan tidak mempunyai informasi mengenai berapa jumlah korban tewas di pihak Georgia. Namun, diduga terdapat beberapa korban dalam bentrokan itu. (*/cax)