Empat anggota Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), partai yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi, pemenang hadiah Nobel Perdamaian yang ditahan Maret tersebut ditahan karena membagi-bagikan pamflet yang mengimbau `tidak memilih` di negara bagian Rakhine.
"Sumber-sumber kami telah mengkonfirmasikan bahwa pengadilan di kota Taunggok, negara bagian Rakhine, telah memenjarakan empat anggota NLD setahun penjara sejak 27 Juni.
Dia mengatakan, partai berencana akan mengajukan banding kepada empat orang, yakni Ko Moe Kyaw, Ko Than Htay, Ko Aung Naing Min dan Ko Zaw Naing.
Konstitusi, yang merupakan bagian dari tujuh langkah `peta-jalan demokrasi` yang berarti akan melaksanakan pemilu banyak-partai pada tahun 2010, bertolak melalui referendum dua tingkat, dan lebih dari 92% suara, kata pemerintah.
Plebisit telah ditunda selama dua pekan setelah terjadinya badai topan Nargis menerjang delta Irrawaddy dan Yangon, yang menyebabkan tewasnya dan hilangnya lebih dari 138.000 orang.
Para pemerintah Barat mengatakan, proses tersebut cacat dan mencemaskan pihak militer, yang telah memerintah bekas Burma itu sejak 1962.
NLD menolak konstitusi baru karena hal itu akan memberikan kekuasaan militer seperempat dari jumlah kursi di parlemen, mengendalikan kontrol kementerian-kementerian penting dan menangguhkan konstitusi baru. (kpl/rif)