Kerelaan Mitha dipicu dari tujuan pagelaran itu sendiri. Selain untuk melestarikan budaya tradisional sebagai akar budaya nasional agar tak tergerus globalisasi budaya, dana terkumpul dari Ketoprak Humor Campur Tokoh ini pun disumbangkan kepada seniman yang kurang beruntung di usia senjanya. Khususnya bagi seniman Jawa Timur yang pertama kali memperkenalkan wayang orang.
"Semua dana yang terkumpul akan kita sumbangkan kepada seniman Jawa Timur yang dulu memperkenalkan kesenian ini. Sebagai wujud kepedulian kita terhadap nasib mereka," tutur Mitha usai pentas.
Tak berhenti di situ, sikap berkesenian Mitha pun coba dititiskan kepada putra semata wayangnya Adrian Tegar Maharaja Bago. "Semenjak dini aku mencoba memperkenalkan budaya sebagai energi positif agar malaikat kecilku tidak menjadi urba dan materialistis," ujarnya. (kpl/buj/tri)
Lihat Profil: Paramitha Rusady