< >

Menag Kecewa Dengan Al-Hamidiyah

Minggu, 06 Juli 2008 16:38
Kapanlagi.com - Menteri Agama, Muhammad Maftuh Basyuni menyampaikan kekecewaannya kepada jajaran manajemen Pondok Pesantren Al Hamidiyah, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Minggu pagi karena tidak siap dalam penyelenggaraan seminar.

"Saya harapkan ini adalah pelajaran pertama dan terakhir bagi pengurus Al Hamidiyah. Jangan sampai terulang yang kedua," katanya di hadapan pengurus Ponpes Al Hamidiyah di Depok.

Semula Maftuh akan menjadi pembicara kunci seminar menyambut hari ulang tahun (harlah) ke-20 ponpes tersebut namun ia membatalkan lantaran kecewa, jajaran pengurus Al Hamidiyah tak punya persiapan matang dan tak disiplin.

Di atas podium ia mengatakan, orangtua memberi nama dirinya dengan panggilan Maftuh. Maftuh artinya terbuka, tanpa tedeng aling-aling.

Kerena itu Menag pun menyampaikan apa yang dinilainya kurang baik agar di masa datang diperbaiki. Ketika masuk ponpes itu, ruang seminar penuh dengan anak-anak dan orangtuanya. Memang pada hari itu direncanakan ada khitanan massal.

Sebelum dikhitan, anak-anak diperintahkan pengurus untuk bersalamaan dengan menteri. Suasana ruang seminar pun ramai dengan anak-anak berebutan ke ruang muka sidang.

"Kedatangan saya disambut cucu-cucu saya," kata Menag dengan nada kecewa di atas podium.

Setelah anak-anak keluar, ruang seminar hanya diisi tak lebih dari 20 hingga 25 orang peserta. Sebagian ruang melompong. Menurut penyelenggara, acara dijadwalkan pukul 10.00 WIB.

Menurut Maftuh, hal ini tak bisa dipahami. Ponpes yang didirikan Ahmad Saihu itu harusnya bisa berdisiplin. Dalam agama Islam ada aturan, imam tak boleh didahului makmum. Tapi pada Minggu pagi ini kenyataannya berbeda.

Karena itu, ia mengatakan minta maaf tak dapat menjadi pembicara kunci dalam seminar nasional itu. Kendati menteri mengaku kecewa, ia sempat menyampaikan pujian kebersihan Ponpes Al-Hamidiyah.

"Kebersihannya tercermin dari WC," kata Menag yang sempat melihat toilet ponpes tersebut sebelum masuk ruang seminar. (kpl/dar)

KOMENTAR PEMBACA

Ahmad (15-02-2009 14:17:18)
berita ini sudah basi, dihapus saja dari arsip. sudah basi banget



Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar