< >

Bush Dianggap Tidak Mampu Ciptakan Perdamaian Di Timteng

Selasa, 08 Juli 2008 16:48
Kapanlagi.com - Presiden Suriah Bashar Al-Assad yakin pemerintah Amerika Serikat pimpinan Presiden George W. Bush tidak mampu menciptakan perdamaian di Timur Tengah (Timteng), menurut pernyataan yang disiarkan Senin di Perancis.

"Sangat jelas, kita tidak yakin bahwa pemerintah AS saat ini akan mampu membuat perdamaian. AS tidak memiliki kemauan dan juga visi. Lagi pula, pemerintah itu beberapa bulan lagi akan lengser," kata Presiden Bashar seperti dikutip surat kabar Perancis Le Figaro di laman internetnya.

"Kita mengalihkan harapan kepada presiden AS mendatang dan pemerintahannya. Kita mengharapkan seorang presiden AS mendatang yang berbeda dengan presiden saat ini," katanya.

Bashar mengatakan ia akan bertemu dengan Presiden Lebanon Michel Suleiman ketika ia berkunjung ke Paris pada akhir pekan ini untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) Uni Eropa dan negara-negara Laut Tengah.

"Saya telah mengenal Presiden Suleiman sejak 10 lalu," kata Bashar. Ia menambahkan, "Persiapan pertemuan sedang dilakukan di Paris."

Pertemuan puncak pada Ahad di Paris guna membentuk Uni untuk Laut Tengah, suatu rencana yang digagas oleh Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, mungkin menjadi batu loncatan penting bagi pertemuan langsung antara Suriah dan Israel.

Bashar mengatakan ia yakin bahwa Perancis memainkan peran aktif dalam membuat pertemuan langsung antara Damaskus dan Jerusalem.

Belakangan ini, kedua negara melakukan pertemuan tidak langsung yang diperantarai oleh Turki.

Bashar dijadwalkan tiba di Paris pada Sabtu, untuk bertemu dengan timpalannya Presiden Sarkozy.

Bashar dan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mungkin akan duduk di meja yang sama dalam KTT itu, namun diperkirakan tidak akan berbicara secara formal antara kedua pihak.

Dalam wawancara dengan Le Figaro, Bashar mengatakan Iran dan juga Israel sepatutnya tidak memiliki senjata nuklir.

"Kami menentang penguasaan senjata nuklir, baik Iran maupun negara manapun di kawasan ini," kata Bashar. "Sangat tidak dapat diterima bahwa Israel memiliki 200 hulu ledak nuklir."

Kendati dibantah keras oleh Jerusalem, sejumlah pengamat yakin bahwa israel memiliki senjata nuklir, meskipun jumlah rudal belum pernah disebutkan.

Pada Mei, mantan presiden AS Jimmy Carter memperkirakan bahwa Israel memiliki sedikitnya 150 senjata atom di gudang senjatanya. (*/cax)