< >

Nepal Bebaskan Tiga Pimpinan Tibet di Pengasingan

Selasa, 08 Juli 2008 20:26
Kapanlagi.com - Mahkamah Agung Nepal memerintah pemerintah untuk membebaskan tiga pemimpin terkemuka Tibet di pengasingan, yang ditahan karena dituduh aktif melakukan gerakan anti-China, kata laporan-laporan media.

Pemimpin Tibet di pengasingan itu, yakni Ngawang Sangmo dan Tashi Dolma, adalah pemuka senior dari Perhimpunan Wanita Tibet Regional dan Kelsang Chung, direktur Pusat Penerimaan Pengungsi Tibet, ditahan pada 19 Juni oleh kepolisian Nepal berdasarkan Undang-undang Keamanan Umum.

Undang-undang mengizinkan pemerintah untuk menahan orang tanpa pengadilan selama 90 hari.

Namun, Mahkamah Agung mengatakan bahwa penahanan mereka tidak sah dan memerintahkan agar ketiga pemimpin tersebut dibebaskan, kata surat kabar Kathmandu Post.

Mahkamah juga mengatakan, polisi gagal menetapkan tuduhan terhadap para pemimpin Tibet di pengasingan tersebut, turut aktif dalam perdamaian dan keamanan di Nepal.

"Karenanya tidak berdasar untuk menyimpulkan bahwa mereka merusak perdamaian dan keamanan di Nepal, dengan hanya meneriakkan slogan-slogan dan mengorganisasikan aksi-aksi demonstrasi," kata surat kabar mengutip pernyataan Mahkamah Agung.

Pemimpin Tibet di pengasingan itu terlibat dalam aksi-aksi protes hampir tiap hari di Kathmandu sejak 10 Maret, yang menuduh penguasa China menyebarkan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Tibet, dan menuntut Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) agar memeriksa pelanggaran di Lhasa pada awal tahun ini.

Nepal telah mendapat banyak kecaman berkaitan dengan penanganan aksi-aksi protes itu.

Pada awal tahun ini, kelompok pengamat HAM Human Rights Watch menuduh penguasa Nepal menggunakan aksi kekerasan untuk membubarkan demonstrasi-demonstrasi yang digelar orang-orang Tibet, dan mengancam akan mendeportasikan beberapa pemimpin pengungsi.

Pemerintah mengatakan, bahwa pihaknya mengakui Tibet sebagai bagian integral dari China, dan tidak mengizinkan adanya kegiatan anti-China di wilayahnya. (kpl/rif)