Negara Yahudi itu mengatakan, satu serangan bom mortir yang dilancarkan dari Gaza Senin mendarat di wilayah Israel selatan, namun tidak menyebabkan timbulnya korban dan kerusakan.
"Semua pintu penyeberangan, kecuali di terminal Erez, akan ditutup hari ini karena adanya serangan mortir kemarin," kata pejabat pertahanan Peter Lerner.
Israel juga membalas serangan roket dan mortir sebelumnya dengan menutup pintu perbatasan ke Jalur Gaza, di mana kelompok gerakan Islam Hamas mengendalikan kontrol setahun lalu, dengan menyingkirkan pasukan Fatah Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Berdasarkan gencatan senjata yang diprakarsai mesir 19 Juni, para militan di Gaza diharuskan menghentikan serangan-serangan roket dan mortir mereka dengan balasan pencabutan blokade Israel secara bertahap di kawasan pantai, yang dicaplok oleh negara Yahudi itu dalam perang 1967. (kpl/rif)