Deklarasi nuklir yang lama ditunggu telah disampaikan oleh Pyongyang pada akhir Juni lalu dan kini akan dibentuk mekanisme verifikasi yang akan diagendakan dalam pertemuan Kamis, kata Kim Sook, ketua utusan nuklir Korea Selatan, kepada kantor berita Yonhap sebelum bertolak ke China.
Setelah menyampaikan deklarasi program nuklirnya kepada China, selaku ketua perundingan, Korea Utara menghancurkan satu tower pendinginnya di instalasi Yongbyon, untuk menunjukkan bahwa pihaknya akan menghentikan programnya yang dinilai kontroversial itu.
Dalam pertukaran untuk deklarasi, Washington berencana akan mencabut negara komunis itu dari daftar negara-negara yang dituduh mendukung terorisme, dan juga mencabut sanksi-sanksi ekonominya terhadap Pyongyang.
Pada Jumat, kementerian luar negeri Korea Utara mengatakan, pihaknya hanya akan melakukan tahapan-tahapan selanjutnya ke arah perlucutan senjata jika disepakati bantuan energi dan ekonomi kepada negaranya segera dilaksanakan.
Di samping kedua Korea, perundingan-perundingan nuklir Korea Utara juga diikuti oleh Amerika Serikat, China, Rusia dan Jepang. (kpl/rif)