"Kini saat telah tiba," kata Prakash Karat, ketua Partai Komunis India (Marxist) kepada para wartawan.
Keluarnya kekuatan kiri tersebut diperkirakan akan memicu mosi kepercayaan pemerintah di parlemen, namun diharapkan dukungan dari partai baru wilayah, yakni Partai Samajwadi, untuk bisa memenangkan pemungutan suara serta mencegah seruan-seruan akan digelarnya pemilihan umum lebih awal.
Partai komunis telah beberapa bulan mengancam akan mengakhiri dukungan mereka, jika pemerintah terus mendesak menjelang dilakukannya kesepakatan dan pendekatan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) bagi diterimanya perjanjian dengan AS itu.
Perdana Menteri Manmohan Singh, Senin, mengatakan bahwa langkah tersebut terjadi `terlalu cepat.` (kpl/rif)