Militer itu mengatakan bom tersebut menghantam konvoi logistik koalisi di selatan kota Mosul Selasa.
Seorang juru bicara militer AS mengatakan kewarganegaraan korban belum dikeluarkan, menunggu pemberitahuan pada keluarga terdekat.
Kontraktor swasta membantu pengangkutan banyak pangan dan persediaan lainnya yang dibutuhkan oleh markas militer AS di Irak. Pada puncak pemberontakan Arab Sunni di Irak, pria bersenjata sering menyerang konvoi seperti itu.
Militer AS pernah melukiskan Mosul sebagai kubu kuat kota terakhir al Qaida di Irak. Namun para pejabat AS dan Irak mengatakan serangan militer berkelanjutan telah menghentikan sebagian besar dukungan pada kelompok Islam Sunni di kota itu, terbesar ketiga di Irak. (*/cax)