< >

Beberapa Negara Cemaskan Hukum Sadap Swedia

Sabtu, 12 Juli 2008 07:25
Kapanlagi.com - Denmark, Finlandia dan Norwegia menyuarakan keprihatinannya pada pekan ini mengenai hukum baru di Swedia, yang mengijinkan semua E-mail (surat elektronik) dan telepon diawasi atas nama kepentingan keamanan nasional, dan cemas jika E-mail mereka, yang melalui saluran Swedia, juga dibaca.

Hukum bermasalah itu, yang ditetapkan dalam pemungutan suara di parlemen Swedia pada bulan lalu dan diberlakukan pada tahun depan, memungkinkan Perusahaan Radio Pertahanan Nasional (FRA) --badan sipil, walaupun bernama seperti itu-- merekam semua komunikasi Internet dan telepon lintas perbatasan.

Operator telekomunikasi Finlandia-Swedia TeliaSonera kepada AFP pada pekan ini mengatakan memutuskan pada tahun lalu untuk memindahkan peralatannya dari Swedia ke Finlandia jika pemerintah Swedia mengumumkan rencananya mengenai hukum baru pengawasan itu.

"Sejumlah pelanggan Finlandia Sonera dan pihak berwenang Finlandia menyatakan keprihatinannya mengenai kemungkinan Finlandia diawasi pihak ketiga," kata Juru bicara TeliaSonera Finlandia Ahti Martikainen.

"Itulah mengapa kami memindahkan peralatan layanan bagi pelanggan Finlandia kami ke Finlandia pada April," katanya.

Di Denmark, kelompok hak asasi warga, TI-Politisk Forening, meminta "penghentian pengawasan Swedia pada lalu lintas maya dunia".

Setidak-tidaknya, satu partai oposisi sayap kiri mendesak Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen mengangkat soal itu dengan pemerintah Swedia, yang sejauh ini dia tolak.

Di Norwegia, pemerintah pada Kamis memerintahkan badan telekomunikasi nasional mempelajari dampak hukum Swedia itu pada kepentingan Norwegia.

"Pada saat ini, kami mengumpulkan keterangan. Ini merupakan prioritas utama," kata Elisabeth Soerboee Aarsaether, kepala media badan pos dan telekomunikasi negara itu kepada AFP pada Jumat.

Hukum baru itu memicu gelombang tentangan di Swedia, tempat pengecamnya mencemaskan pembentukan "penguasa" negara.

Kementerian pertahanan bersikeras bahwa peraturan itu penting, karena peningkatan komunikasi melalui kabel.

Sejumlah pakar intelijen, yang diwawancarai media Swedia dalam beberapa hari terakhir, membantah kritikan itu dan menyatakannya tidak beralasan dengan mengatakan bahwa negara lain juga melakukan pengawasan sejenis, namun tidak diketahui umum.

Harian "Svenska Dagbladet" pada Rabu melaporkan dari sumber tanpa nama, yang dekat dengan intelijen Swedia, yang menyebut bahwa hukum itu dipercaya, terutama bertujuan menyadap lalu lintas data Rusia, yang melalui negara Skandinavia. (kpl/rif)