< >

Bentrokan di Turki Tenggara, Lima Tewas

Senin, 14 Juli 2008 23:42
Kapanlagi.com - Tiga pemberontak Kurdi dan dua tentara Turki tewas akibat bentrok di propinsi Sirnak, Turki tenggara, kata sumber keamanan, Senin.

Pemberontak itu tewas akibat bentrok pada Minggu sesudah pasukan keamanan menemukan kelompok pemberontak Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dalam gerakan pelacakan di daerah tersebut.

Tentara Turki itu tewas akibat bentrok terpisah di daerah dekat pegunungan Cudi.

Gerakan udara dan darat dilancarkan di kedua daerah itu setelah bentrok tersebut dan berlanjut.

Satuan pasukan khusus didaratkan di tempat strategis.

Pemberontak PKK secara teratur memasuki Turki dari pegunungan Irak utara, tempat beberapa ribu pemberontak bersarang.

Pada tahun ini, tentara Turki melancarkan rentetan serangan terhadap kelompok tersebut di Irak utara.

PKK, yang dinyatakan kelompok teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan Eropa Bersatu, mengangkat senjata terhadap pemerintah Turki pada 1984 dengan tujuan mendirikan negara suku di Turki tenggara.

Sekitar 40.000 orang tewas akibat sengketa tersebut.

Sepuluh anggota pemberontak Kurdi dilaporkan tewas akibat pertempuran dengan pasukan keamanan Turki di Turki tenggara pada Jumat pagi, kata laporan kantor berita Dogan.

Gerakan tentara dilancarkan pada Kamis malam setelah kamera mendapati sekelompok sekitar 25 anggota PKK bergerilya di gunung Kato di Sirnak.

Tentara Turki menyeru kelompok itu menyerah ketika mereka dipergoki sekitar pukul 04.00 waktu setempat dan kemudian menembaki mereka, kata Dogan.

Sepuluh gerilyawan PKK dan seorang pegawai negeri Turki, yang bertugas sebagai penjaga desa, tewas akibat pertempuran itu.

Pertempuran itu terjadi ketika tentara Turki mencari tiga pendaki gunung Jerman, yang diculik pemberontak PKK di gunung Ararat, Turki timur, pada awal pekan lalu.

Gerakan darat di daerah itu didukung serangan udara, katanya.

Tiga warga Jerman pendaki gunung itu dalam keadaan sehat, kata laporan PKK, yang disiarkan di laman kantor berita Firat milik jaringan pemberontak tersebut.

Dalam dua pernyataan siaran Firat itu, PKK sekali lagi menyeru Turki menghentikan gerakan tentaranya di wilayah gunung Ararat dan menyeru Jerman menghentikan "kebijakan bermusuhannya" terhadap kelompok tersebut, dengan mengancam bahwa pihaknya akan menjadikan kepentingan ekonomi Jerman di Turki sebagai sasaran.

"Masalah sandera ini muncul dalam agenda sebagai tanggapan gerilyawan kami terhadap sikap permusuhan pemerintah Jerman dan Turki terhadap gerakan kemerdekaan dan rakyat kami," kata pernyataan tersebut.

"Sampai sekarang, kami tak pernah bersikap bermusuhan terhadap rakyat atau negara Jerman. Jika kami bersikap demikian, maka kami akan melakukan banyak perusakan terhadap kepentingan ekonomi Jerman di Turki. Setiap orang tahu bahwa kami mempunyai kekuatan untuk menimbulkan bahaya besar terhadap kepentingan ekonomi Jerman," kata pernyataan itu.

Lars Holger Renne (33 tahun), Martin Georg S (47 tahun) dan Helmut Johann H (65 tahun) --semua dari Bavaria-- disandera pada awal pekan lalu, ketika sekelompok terdiri atas lima gerilyawan PKK menyerang mereka, 3.200 meter dari perkemahan mereka di gunung Ararat.

Pemerintah Turki pada tengah pekan lalu menutup gunung Ararat untuk pendakian sesudah penculikan tiga pendaki gunung Jerman itu dua hari sebelumnya. (kpl/rif)