Juru bicara tentara Brigadir Udaya Nanayakkara menyatakan, pemberontak didesak ke daerah Kilinochchi dan Mullaitivu di utara, lebih dari 350 kilometer utara ibukota, meskipun pertempuran sporadik dilaporkan dari daerah lain di perbatasan daerah itu.
"Karena gerakan tentara baru-baru ini, LTTE (pemberontak Tamil) kehilangan wilayah lebih dari 1.100 kilometer persegi," kata Brigadir Nanayakkara.
Ia menyatakan, pertempuran berlangsung di sekitar pangkalan pemberontak di bagian barat laut negara tersebut.
Sedikitnya 31 pemberontak dilaporkan tewas pada akhir pekan lalu di Vidthalthivu dan daerah lain di utara, katanya.
Saat tentara mendesak maju ke daerah kekuasaan pemberontak dari barat laut dan timur laut, sekitar 30.000 penduduk lari lebih jauh ke daerah Kilinochchi dan Mullaitivu, yang dikuasai pemberontak dan menjadi pusat perhatian pemerintah untuk direbut kembali, katanya.
Angkatan udara sudah melancarkan serangan di daerah Kilinochchi dan Mullaitivu pada beberapa pekan terakhir.
Kelompok depan pemberontak itu, Sekretariat Timur laut urusan Hak Asasi Manusia, pada Senin menyatakan penembakan terus-menerus oleh tentara di daerah Manalaru merusak banyak rumah penduduk.
Pemerintah melancarkan serangan tentara pada April 2006 sesudah pemberontak Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE) mulai menyerang pasukan keamanan dengan ranjau jalanan pada Desember 2005.
Menurut Panglima Angkatan Darat Letnan Jenderal Sarath Fonseka, sedikitnya, 9.000 pemberontak dan 1.700 tentara tewas sejak awal 2006, ketika Macan Tamil menguasai daerah besar propinsi timur serta bagian terbesar daerah utara, Mannar dan Vavuniya.
Tentara sepenuhnya menguasai kembali propinsi timur dan mengadakan dua pemilihan umum daerah, tempat sekelompok pecahan pemberontak LTTE ikut di dalamnya, dan sekarang memimpin beberapa dewan daerah.
Pasukan Srilanka berhasil menerobos ke daerah kekuasaan pemberontak Macan Tamil di wilayah utara negara itu dalam pertempuran akhir pekan lalu, yang menewaskan 62 pemberontak dan satu tentara pemerintah, kata tentara di Kolombo pada Senin.
Pertempuran di beberapa daerah utara itu terjadi di antara kegencaran serangan darat, laut dan udara, ketika pasukan pemerintah menerapkan siasat setahap demi setahap mengambil alih daerah kekuasaan LTTE di bagian utara pulau bergolak itu dan menang dalam perang saudara 25 tahun tersebut.
Tentara menyatakan berhasil menguasai dua daerah di wilayah utara, Vavuniya, pada akhir pekan lalu dan terlibat pertempuran sengit dengan pemberontak.
Pasukan angkatan udara menyatakan pesawat tempur membomi sederetan bangunan bawah tanah teroris dan gudang peralatan pemberontak di utara.
LTTE bertempur untuk membentuk negara merdeka di Srilanka utara dan timur untuk Tamil, suku kecil di negara berpenduduk sebagian besar suku Sinhala itu, kata pernyataan dikirimkan melalui surat elektronik oleh mahasiswa putri berumur 20 tahun, yang luka dalam serangan udara dan dirawat di rumah sakit.
Macan Tamil secara berkala melakukan serangan jibaku, yang kian meningkat dengan sasaran penduduk, dan serangan bom jalanan, kata pakar dan tentara.
Mereka menyatakan, peningkatan serangan tersebut menyebabkan kelesuan pariwisata dan mencemaskan pemodal. (kpl/rif)