< >

Pakistan Tak Izinkan Asing Serang Wilayahnya

Selasa, 15 Juli 2008 08:29
Kapanlagi.com - Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani pada Minggu mengulangi pernyataannya bahwa tentara asing tidak boleh memburu pejuang Taliban di wilayahnya.

Gilani membuat tanggapan itu di tengah dugaan di Pakistan tentang alasan kunjungan Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Laksamana Mike Mullen, ke Islamabad pada Sabtu.

Amerika Serikat menyatakan tidak menyetujui perundingan Islamabad dengan panglima Taliban Baitullah Mehsud, yang dituduh mendalangi pembunuhan mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto pada tahun lalu.

Pemerintah Gilani melancarkan perundingan itu sesudah mengalahkan sekutu Presiden Pervez Musharraf --yang pemerintahnya memainkan peran penting dalam "perang melawan teror" pimpinan Amerika Serikat-- dalam pemilihan umum pada Februari.

Washington memperingatkan bahwa Alqaeda membangun kembali dirinya di daerah suku Pakistan untuk kemungkinan serangan atas wilayah Amerika Serikat, sementara Kabul menuduh Pakistan mendukung Taliban melancarkan perlawanan berdarah terhadap pasukan asing di Afganistan.

Gilani menyatakan, Pakistan sepenuhnya mampu membela diri dari serangan apa pun.

"Tak seorang pun bisa berniat jahat atas kedaulatan negara ini dan bangsa ini mempunyai seluruh kemampuan untuk membela diri dari serangan asing," katanya.

Dalam kunjungan singkat ke kota Peshawar, Pakistan barat laut, Gilani menyatakan lawatan Mullen adalah "kunjungan biasa untuk meningkatkan kerjasama dwipihak antara Pakistan dan Amerika Serikat".

Pakistan dan Amerika Serikat mempunyai kerjasama kuat di bidang pertahanan, keamanan, pendidikan, kesehatan dan lain-lain, katanya.

Gilani akan mengunjungi Amerika Serikat pada akhir bulan ini dan dijadwalkan bertemu dengan Presiden George W Bush pada 28 Juli.

Tanggapan Gilani muncul sesudah Menteri Luar Negeri Shah Mahmood Qureshi menyatakan Pakistan tidak akan membiarkan diri menjadi ajang serangan teroris mana pun, di antara laporan bahwa pejuang asing sedang menuju negara itu untuk bergabung dengan pejuang Alqaeda.

Pakistan melancarkan keberatan keras kepada Amerika Serikat menyangkut penembakan mortir dari Afganistan, yang mencederai enam tentara Pakistan, kata juru bicara tentara pada akhir pekan lalu.

Enam mortir ditembakkan dari seberang perbatasan Afganistan-Pakistan jatuh dekat pos Pakistan pada tengah pekan lalu di daerah suku Waziristan Selatan, tempat perlindungan gerilyawan Alqaeda dan Taliban.

"Pasukan kami segera membalas dengan tembakan," kata juru bicara itu, dengan menambahkan bahwa enam anggota pasukan keamanan Pakistan cedera dan sejumlah korban dialami di Afganistan.

Ia tidak menyebut apakah sekutu pimpinan Amerika Serikat atau pasukan Afganistan yang menembakkan mortir itu, tapi menambahkan bahwa "keberatan keras" telah disampaikan ke markas besar pasukan sekutu di Kabul.

Pejabat intelijen menyatakan, penembakan dari Afganistan itu terjadi setelah gerilyawan Taliban menyerang pangkalan pasukan asing di dalam perbatasan Afganistan. Ia menyatakan dua warga juga cedera akibat serangan itu.

Baku tembak antara pasukan yang memerangi gerilyawan di kedua sisi perbatasan itu terjadi saat ketegangan meningkat antara dua negara bertetangga tersebut, dengan kedua pihak mengeluhkan bahwa kekerasan di negara mereka meningkat akibat keadaan itu.

Menteri Luar Negeri Afganistan menyatakan unsur utama, yang membantu keadaan keamanan Afganistan memburuk, adalah gencatan senjata di daerah suku di luar perbatasan itu, yang mengacu Pakistan. (kpl/rif)