< >

ICC Diminta Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Bagi Presiden Sudan

Selasa, 15 Juli 2008 09:18
Kapanlagi.com - Jaksa Pengadilan Pidana Internasional (ICC) Senin menuduh presiden Sudan mendalangi kampanye genosida di Darfur, yang menewaskan 35.000 orang dan menganiaya 2,5 juta pengungsi.

Jaksa ICC Luis Moreno-Ocampo minta pengadilan itu untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Presiden Omar Hassan al-Bashir, tokoh paling senior yang diburu oleh pengadilan itu sejak pembentukannya pada 2002.

Bashir adalah kepala negara yang masih menjabat pertama yang dituduh oleh pengadilan internasional sejak Charles Taylor dari Liberia dan Slobodan Milosevic dari Yugoslavia.

Pemimpin Sudan itu meremehkan tuduhan tersebut dan mengatakan ICC tak memiliki jurisdiksi di Sudan.

"Siapapun yang telah mengunjungi Darfur, bertemu dengan pejabat serta mengetahui etnik dan suku mereka...akan tahu bahwa semua dari hal itu adalah bohong," katanya dalam komentar yang dimuat oleh TV pemerintah.

Sudan akan minta dukungan dari sekutunya seperti China dan Rusia untuk membujuk Dewan Keamanan PBB -- yang minta ICC untuk menyelidiki kejahatan di Darfur 2005 -- untuk merintangi surat perintah penangkapan itu.

China menolak mengomentari kasus itu, yang muncul pada waktu buruk bagi pemasok senjata terbesar Khartoum dan investor besar dalam industri minyaknya hanya beberapa pekan sebelum Olimpiade Beijing.

Moreno-Ocampo mengatakan di puncak dari ribuan orang yang dibunuh oleh pasukan bersenjata Sudan dan milisi yang mereka dukung, 2,5 juta orang yang lain menjadi sasaran kampanye "pemerkosaan, rasa lapar dan ketakutan" di kamp pengungsi tempat ia mengatakan pembasmian etnik terus terjadi "di bawah mata kita".

"Keputusan untuk memulai genosida diambil oleh Bashir sendiri," ia mengatakan pada konferensi pers. "Bashir merencanakan genosida tanpa kamar gas, tanpa peluru, tanpa parang. Itu genosida dengan peng-erosi-an."

Sejumlah pakar internasional mengatakan sedikitnya 200.000 orang telah tewas di Darfur dan 2,5 juta orang terlantar sejak 2003. Khartoum mengatakan hanya 10.000 orang yang tewas.

Mitra Bashir minta pembicaraan

Ribuan demonstran berunjuk rasa menentang ICC di Khartoum Minggu menjelang pengumuman tersebut. Kelompok bantuan dan kedubes AS memperketat keamanan, mengkhawatirkan meningkatnya kekerasan akibat Bashir yang marah dan pemberontak yang menjadi lebih berani di Darfur.

Beberapa puluh orang berunjuk rasa di luar kedubes Inggris dan markas besar PBB di Khartoum setelah berita ICC tersebut.

Sebelum tuduhan itu Khartoum berjanji untuk meneruskan upaya perdamaian dan untuk melindungi staf PBB di Darfur, yang menampung operasi bantuan terbesar di dunia. (*/cax)