< >

Banjir Bonus Rp200 Juta Untuk Pemain Jatim

Selasa, 15 Juli 2008 09:45
Kapanlagi.com - Tim sepak bola Jawa Timur mendapat bonus sebesar Rp200 juta setelah memastikan lolos ke partai final PON XVII Kaltim 2008 melawan Papua di Stadion Utama Palaran, Samarinda, Kamis (17/7).

Informasi yang diperoleh di Samarinda, Selasa, menyebutkan bonus sebesar Rp200 juta itu berasal dari Manajer Tim HA Maschut, Pengprov PSSI Jatim dan mantan manajer tim yang juga anggota DPRD Jatim Achmad Rubai.

Jumlah bonus yang diterima tim sepak bola Jatim itu lebih besar dibanding saat mereka memastikan lolos ke semifinal usai mengalahkan DKI Jakarta beberapa hari lalu.

Achmad Rubai yang menyaksikan langsung perjuangan anak-anak Jatim mengalahkan tuan rumah Kalimantan Timur dengan skor 2-0, Senin (14/7) malam, langsung memberikan bonus kemenangan Rp100 juta.

"Saya bangga dengan perjuangan yang ditunjukkan para pemain di lapangan. Mudah-mudahan penghargaan bonus ini bisa lebih memacu semangat pemain di laga final nanti," katanya.

Ketua Umum Pengprov PSSI Jatim Haruna Soemitro mengatakan perjuangan tim sepak bola Jatim belum selesai, karena masih harus menghadapi tim tangguh Papua di final.

"Masih ada satu pertandingan lagi dan anak-anak harus tetap menjaga kondisi fisik serta mental. Pertandingan final lawan Papua akan lebih berat dibanding lawan Kaltim," ujarnya.

Tim sepak bola Jatim juga dijanjikan bonus lebih besar, jika berhasil mengalahkan Papua pada laga final dan merebut emas.

Laga final Jatim melawan Papua merupakan ulangan final PON 2004 di Sumatera Selatan. Pada saat itu, kedua tim diputuskan juara bersama karena hingga pertandingan usai kedudukan imbang, tetapi laga tidak bisa dilanjutkan karena soal penerangan.

Jatim berambisi mencetak hat-trick medali emas cabang olahraga sepak bola PON, setelah merebutnya pada tahun 2000 di Surabaya dan 2004 di Palembang.

Pelatih Tim sepak bola Jatim Aji Santoso mengingatkan anak asuhnya untuk tidak cepat puas diri setelah berhasil mengalahkan Kaltim dan lolos ke partai puncak.

"Anak-anak harus tetap rendah diri dan jangan terlalu berlebihan. Kemenangan atas Kaltim memang penting, tapi masih ada satu tugas berat lagi untuk merebut medali emas," kata mantan pemain nasional itu. (*/cax)