< >

Warga Jatim Tolak Makam Bung Karno Dipindah

Rabu, 16 Juli 2008 06:15
Kapanlagi.com - Warga Jawa Timur di kabupaten dan kota Nganjuk menyatakan menolak rencana pemindahan makam Bung Karno dari Blitar, Jawa Timur, ke Jakarta.

Hal itu terungkap ketika Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri berdialog pada acara silaturahmi dengan sejumlah anggota masyarakat di Alun-Alun kota Nganjuk, Selasa (15/7) malam.

Pada acara yang juga menggelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Manteb Sudarsono itu, Megawati meminta seluruh hadirin secara tegas menjawab pertanyaan soal rencana pemindahan makam Bung Karno ke Jakarta.

"Apa saya harus mengusung ayah saya ke Jakarta, ayo...jawab?" kata Megawati, di hadapan sekitar 5.000 warga yang memadati alun-alun tersebut.

Spontan terdengar suara serentak menolak pemindahan dengan menjawab, "Tidak Boleh".

Dialog yang hangat antara Megawati dengan masyarakat tersebut berlangsung ketika Megawati membicarakan tentang pencalonan mantan Sekjen DPP-PDIP Sutjipto dalam Pilkada Gubernur Jawa Timur, pada 23 Juli 2008.

Megawati menjelaskan, dalam dua bulan terakhir, dalam kegiatan "ngamen" ke berbagai daerah, PDIP berhasil memenangkan Pilgub di Jawa Tengah, NTT, Maluku, dan Bali.

"Di Jateng memang basis saya, karena dua kali saya terpilih mewakili daerah itu sebagai anggota DPR-RI. Bali itu daerah keluarga besar eyang putri dan almarhum bapak saya Bung Karno, sedangkan Maluku, merindukan kedatangan saya sebagai "mama" bagi mereka," ujarnya.

Namun di Jawa Timur, Megawati mengaku menghadapi tantangan serius.

"Persaingan di sini sangat ketat. Lima pasangan bertarung sengit. Tapi kalau saudara sekalian ingat, bahwa ini daerah kelahiran ayah saya. Jadi mari kita menangkan lagi calon saya di Jawa Timur, jika tidak, mau saya usung ayah saya ke Jakarta," tanya Megawati lagi.

Megawati kemudian mengungkapkan terimakasih atas ketegasan warga Blitar dan Jawa Timur yang umumnya menolak pemindahan makam ayahandanya dari Blitar ke Bogor, atau Jakarta yang direncanakan sejumlah kalangan pada beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan itu, Megawati juga meminta semua warga kabupaten dan kota Nganjuk tidak ikut Golput, tetapi agar menggunakan hak dan kewajiban konstitusionalnya secara bertanggung jawab sebagai warga negara yang baik.

Dengan begitu Megawati berharap, kemenangan di tanah kelahiran ayahandanya tersebut bisa memaksimalkan dan melengkapi 14 kemenangan PDIP dalam 26 Pemilihan Gubernur selama ini.

Menurut catatan, pada Pemilihan Gubernur 23 Juli 2008 tersebut, juga dilaksanakan beberapa pemilihan bupati di sejumlah wilayah seperti di Malang, Jombang, termasuk Nganjuk. (kpl/rif)