Pertemuan tentara asing itu tiba ketika Islamabad mendapat tekanan yang meningkat dari AS untuk mengekang serangan lintas-perbatasan oleh gerilyawan Taliban, dengan kepala militer AS akan terbang ke Pakistan akhir pekan ini untuk pembicaraan penting.
"Kami telah mendengar ada penambahan tentara asing," kata Malik Mohammad Afzal Khan Darpakhel, pemimpin suku setempat di Waziristan Utara yang tidak berafiliasi dengan Taliban.
"Kami ingin memperingatkan mereka bahwa tiga juta anggota suku akan memberontak melawan mereka jika mereka berusaha untuk masuk," Darpakhel mengatakan pada konferensi pers yang diadakan oleh lima sesepuh di Miranshah, kota penting di wilayah itu.
Sumber intelijen mengatakan sekitar 300 tentara NATO yang diperlengkapi dengan tank, kendaraan lapis baja dan senjata berat telah bergerak sangat dekat dengan Lwara Mundi, desa perbatasan di Waziriztan Utara.
Desa itu juga dekat dengan Kamp Tillman, markas operasi AS di provinsi Paktika di Afghanistan yang dinamai menurut pemain sepak bola-Amerika yang beralih menjadi tentara Pat Tillman, yang tewas akibat tembakan bersahabat pada 2004.
"Mereka tidak melintas ke Pakistan tapi ini kali pertama bahwa sejumlah besar tentara asing telah tiba sangat dekat dengan perbatasan," kata Darpakhel.
Seorang juru bicara Pakistan membantah ada gerakan tentara yang tidak biasa di perbatasan. Juru bicara itu mengatakan pasukan NATO mungkin berkumpul untuk operasi di sisi Afghanistan.
"Mungkin ada beberapa gerakan operasi pasukan itu di Afghanistan," kata juru bicara tersebut.
Seorang juru bicara untuk Pasukan Bantuan Keamanan Internasional pimpinan-NATO di Afghanistan mengatakan tidak ada masalah mengenai masuk Pakistan.
"Mandat kami berhenti di perbatasan," juru bicara Kapten Mike Finney mengatakan.
Ada beberapa "kegiatan tambahan" di perbatasan dengan tentara mencari gerilyawan yang masih hidup setelah serangan Minggu yang menewaskan sembilan tentara AS, katanya.
Namun para sesepuh suku Pakistan berjanji untuk mendukung tentara jika terjadi serangan.
"Kami akan melindungi setiap inci dari wilayah kami dan kami akan mendukung tentara kami dalam memerangi pasukan asing itu," kata Darpakhel.
"Kami minta anggota suku untuk membersihkan senjata mereka dan siap untuk jihad jika pasukan asing masuk wilayah kita." (*/cax)