< >

Mendagri Puji Pilkada NTT

Rabu, 16 Juli 2008 15:18
Kapanlagi.com - Menteri Dalam Negeri Mardiyanto memuji proses demokrasi dalam pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2008-2013 tanpa adanya protes dari para kandidat yang kalah dalam pertarungan tersebut.

"Ini adalah salah satu contoh demokrasi di Indonesia yang harus ditiru," katanya ketika melantik Drs Frans Lebu Raya (48) dan Ir Esthon L Foenay MSi (58) menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013 di Kupang, Rabu.

Usai pelantikan, langsung dilanjutkan dengan serah terima jabatan dari pejabat lama gubernur Piet Alexander Tallo SH kepada Gubernur NTT yang baru, Frans Lebu Raya --yang juga mantan Wakil Gubernur NTT periode 2003-2008--, disaksikan Mardiyanto yang juga mantan Gubernur Jawa Tengah itu.

Upacara pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur NTT hasil pilihan rakyat pada Pilkada NTT 14 Juni lalu itu, berlangsung dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD NTT yang dipimpin Ketua DPRD NTT, Drs Melkianus Adoe disaksikan sekitar 1.000 undangan yang hadir pada saat itu.

Dari sekitar 1.000 undangan yang hadir, tampak mantan Menteri Tenaga Kerja pada pemerintahan Orde Baru, Drs Cosmas Batubara, mantan Gubernur NTT dr Hendrikus Fernandez dan Herman Musakabe, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Hotma Mangradja Pandjaitan, Gubernur Papua Barat Abraham Octovianus Ataruri, para bupati dan walikota serta wakil bupati se-NTT, anggota DPR dan DPD-RI asal NTT serta mantan Ketua DPRD NTT, Daniel Woda Palle.

Mendagri juga menaruh rasa hormat kepada dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang belum beruntung dalam Pilkada NTT, masing-masing pasangan Drs Ibrahim Agustinus Medah-Drs Paulus Moa yang diusung Partai Golkar serta pasangan Drs Gaspar Parang Ehok MA-Drs Yulius Bobo yang diusung Koalisi Abdi Flobamora.

"Mereka dengan jiwa besar dan tangan terbuka serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas sehingga dapat menerima hasil Pilkada NTT tanpa sedikit pun melayangkan protes dari kekalahan tersebut. Ini sebuah contoh yang bagus dalam berdemokrasi yang patut ditiru oleh daerah lain di Indonesia," katanya.

Ia mengharapkan gubernur dan wakil gubernur NTT yang baru mampu menjabarkan semua program kerjanya dengan titik fokus utama pada upaya peningkatan kesejahteraan rakyat dan mengatasi masalah pengangguran.

Lebu Raya yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan NTT serta Esthon L Foenay yang juga mantan Ketua Bappeda NTT dan Ketua Harian KONI NTT memiliki sejumlah agenda pembangunan yang telah mereka tuangkan dalam program secangkir "Anggur Merah" atau Anggaran Untuk Rakyat Menuju Sejahtera.

Mendagri mengharapkan pula agar dalam pengelolaan keuangan daerah, kepala daerah dan wakil kepala daerah harus mengedepankan transparansi untuk mencegah adanya korupsi, mengambil langkah-langkah dalam upaya penegakan hukum, terutama dalam upaya pemberantasan korupsi.

Selain itu, harus mampu pula dalam menciptakan iklim kerja yang harmonis dan kondusif serta melakukan konsolidasi birokrasi guna menciptakan sebuah tatanan pemerintahan yang berwibawa dan kredibel di mata rakyat. (*/cax)