< >

Tak Dapat Bantuan LSM, PKL Unjuk Rasa

Rabu, 16 Juli 2008 22:24
Kapanlagi.com - Puluhan pedagang kaki lima yang berjualan di pasar buah dan sayur Peunayong Banda Aceh berunjuk rasa di depan gedung DPRK Banda Aceh karena tidak mendapat lapak jualan bantuan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

"Saya sudah puluhan tahun berjualan di sini dan dijanjikan mendapat bantuan setelah bangunan permanen dibangun. Tetapi Pemerintah Kota Banda Aceh mematok harga sewa tinggi sehingga kami tidak sanggup menyewa," kata seorang pedagang, Rasyid di Banda Aceh, Rabu (16/7).

Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin mengeluarkan surat pemberitahuan tertanggal 7 Juli 2008 yang isinya antara lain bangunan pasar sayur dan buah di Jalan Kartini Peunayong yang dibangun Catholic Relief Services (CRS) diserahkan menjadi milik Pemkot.

Keberadaan pasar diprioritaskan kepada pedagang pasar yang sudah lama berjualan dengan sistem sewa tahunan dan bagi yang berminat dapat mendaftarkan diri selambat-lambatnya dua minggu setelah pemberitahuan tersebut ke Dinas Pasar.

Rasyid yang mengaku sudah puluhan tahun berada di pasar itu mengatakan, pasar tersebut telah diresmikan beberapa waktu lalu, namun hingga kini belum ditempati pedagang karena tidak mampu membayar sewa yang ditetapkan Pemkot.

Mereka mengeluh ke DPRK Banda Aceh. Para pedagang diterima ketua DPRK Muntasir Hamid di ruang kerjanya. Layaknya sedang bersidang para pedagang duduk di kursi empuk dewan dan melalui pengeras suara menumpahkan uneg-unegnya.

Sementara Ketua Komisi B bidang ekonomi DPRK Kota Banda Aceh, M Jakfar Roesli, mengaku tidak mengetahui permasalahan para pedagang tersebut. Menurut dia, dalam mengambil keputusan Pemkot sangat jarang berkomunikasi dengan dewan. (kpl/rif)