Mundurnya Prabowo Sudah Diprediksi
Kapanlagi.com - Para kader dan fungsionaris pusat Partai Golkar sebagian besar merasa tak terkejut dengan mundurnya rekan mereka Prabowo Subianto dan kini malah mendirikan partai baru serta mencalonkan diri jadi Presiden RI."Terus terang, mundurnya saudara Prabowo Subianto dari Partai Golkar sudah lama saya duga. Makanya saya tak terkejut. Tetapi, justru ketika beliau masuk ke dalam jajaran Dewan Penasehat DPP PG hasil Munas 2004 itu, terang saja saya sangat terkejut," ungkap salah satu kader dan fungsionaris DPP Partai Golkar, Hajriyanto Y Thohari, di Jakarta, Rabu malam (16/7). Sekretaris Fraksi Partai Golkar di MPR RI ini menambahkan, keterkejutannya atas posisi Prabowo Subianto dalam jajaran Dewan Penasehat juga dirasakan banyak rekannya. "Sama terkejutnya saya dengan masuknya beberapa nama lain, baik di Dewan Penasehat maupun di DPP itu sendiri. Saya punya alasan sendiri atas keterkejutan saya itu. Dan itu milik saya sendiri, yang akan saya simpan di dalam hati saja," tambah politisi yang juga menjadi anggota Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar tersebut. Baginya, tidak ada gunanya mengobral soal perasaan ke publik. "Untuk apa soal perasaan diobral-obral ke publik? Nggak ada manfaatnya. Maka kalau pak Prabowo sekarang keluar dari Partai Golkar, itu masuk akal dan sudah lama saya duga," tambah anggota Komisi I DPR RI ini. Prabowo Subianto, menurutnya, terkesan agak merasa kurang pas dengan posisinya di Partai Golkar. "Ia kan. Rasanya kapasitas beliau tidak pas cuma menjadi anggota Dewan Penasehat. Prabowo itu orang yang punya obsesi membuat sejarah. Masak cuma jadi anggota Dewan Penasehat? Ya pasti dia merasa tidak akan bisa maksimal berbuat untuk bangsa dan negara. Lha wong cuma anggota penasehat, kok! Apalagi bukan rahasia lagi, beliau beberapa waktu terakhir ini berada di belakang Partai Gerindra, yang sekarang sudah lolos menjadi Parpol peserta Pemilu 2009," tuturnya. Dalam kaitan itulah, tambahnya, rasanya tidak mungkin Prabowo Subianto berada di dua kaki, di Partai Golkar dan di Partai Gerindra. "Sudahlah, kita doakan saja mudah-mudahan beliau sukses di tempat yang baru," tambahnya. Pasti Berpengaruh Menjawab pertanyaan, apakah mundurnya mantan Panglima Kostrad itu akan berpengaruh kepada Partai Golkar? Hajriyanto Thohari menyatakan, pasti berpengaruh. "Pertama, saya dengar selama ini Pak Prabowo banyak menyantuni kegiatan-kegiatan Partai Golkar di daerah-daerah. Kedua, `by implication`, meski tidak langsung, pasti berpengaruh terhadap citra atau opini Partai Golkar," paparnya. Apalagi, menurutnya, sebelumnya Jenderal TNI Pur Wiranto juga melakukan langkah yang sama (keluar dari Partai Golkar dan mendirikan Partai Hanura). "Pengaruh `by implication` tersebut adalah dari sudut opini. Publik akan mempunyai opini seperti ini: "lho, ada apa di Partai Golkar, kok banyak orang yang eksodus keluar?"," kata Hajriyanto Thohari lagi. Ini tentu, menurutnya, akan menimbulkan citra tidak baik bagi Partai Golkar. "Dan ini akan membentuk opini publik. Apalagi kalau sampai nanti ada tokoh dalam jajaran DPP yang lain lagi yang menyusul mengundurkan diri," ungkapnya. Baginya, politik itu itu merupakan soal opini. "Dalam politik, seringkali yang lebih penting itu bukan apa yang dikerjakan, tetapi seringkali apa yang diopinikan. Kalau opininya bahwa suatu partai itu ditinggalkan banyak tokohnya, apalagi kalau sampai ada eksodus, maka itu akan berpengaruh juga. Jadi, politik itu adalah soal opini," tegasnya lagi. Kendati begitu, dia optimistis dan amat meyakini, Partai Golkar terlalu berpengalaman dengan fenomena tokoh keluar atau mundur dari Golkar. "Dan selama ini, Partai Golkar menyikapinya dengan cerdas. Mudah-mudahan pimpinan Partai Golkar yang sekarang tidak kalah cerdas dalam menyikapinya kecenderungan ini," kata Hajriyanto Y Thohari, Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar. (kpl/rif) |