Laporan di radio Sudan bahwa ia telah menyampaikan kekhawatiran besar menyangkut permintaan oleh jaksa Pengadilan Pidana Internasional (ICC) Luis Moreno-Ocampo "sama sekali tidak benar", Ban mengatakan pada harian Jerman Sueddeutsche Zeitung (SZ) dalam wawancara yang dipublikasikan Rabu.
Ban mengakui, bagaimanapun, bahwa ia telah menyampaikan keprihatinan atas ucapan Duta Besar Sudan untuk PBB Abdalmahmood Abdalhaleem Mohamad, yang mengaitkan keselamatan penjaga perdamaian PBB di Sudan dengan permintaan surat perintah tersebut.
"Saya telah mengatakan pada Bashir saya sangat khawatir akan ucapan seperti itu," kata Ban, yang sedang dalam kunjungan dua hari ke Jerman, pada SZ dalam kata-kata yang telah diterjemahkan dari bahasa Jerman.
Ia dengan tegas menolak tuduhan di media Jerman bahwa ia telah berusaha untuk merusak kerja ICC, meskipun ia mengakui bahwa, jika surat perintah itu dikeluarkan, hal tersebut dapat membahayakan upaya perdamaian PBB di provinsi Darfur, Sudan.
Kesan ia telah "menyerang pengadilan itu di belakangnya" adalah "sama sekali tidak dapat diterima dan sepenuhnya salah pengertian", kata Ban.
Namun ia menambahkan:"Jika Bashir dituduh secara resmi, hal itu dapat menempatkan saya pada posisi yang cukup sulit.
"Siapa, jika tidak saya, yang kemudian akan merundingkan mengenai proses perdamaian itu?," katanya.
Menyurul pertemuan dengan Kanselir Angela Merkel di Berlin Selasa, Ban mendesak pemerintah Sudan untuk melindungi penjaga perdamaian PBB di Darfur.
"Saya minta pemerintah Sudan untuk bekerja sama penuh dengan PBB," kata Ban di tengah laporan bahwa sejumlah pejabat PBB telah bergerak keluar dari Khartoum sebagai tanggapan atas ancaman bahwa staf PBB dan badan internasional lainnya dapat diserang.
Ban menekankan kebebasan ICC harus dihormati. "Perdamaian dan keadilan harus bergandengan tangan," kata Ban. "Perdamaian tanpa keadilan tidak dapat bertahan."
Sebanyak 16.000 pekerja kemanusiaan internasional yang membantu lebih dari 4,2 juta pengungsi dan orang terlantar di dalam negeri harus dilindungi, kata Ban.
Ban mengunjungi organisasi PBB yang bermarkas di Bonn Rabu sebelum meninggalkan Jerman. (*/cax)