< >

Irak Harapkan Kendali Penuh Akhir Tahun Ini

Kamis, 17 Juli 2008 15:57
Kapanlagi.com - Irak mengharapkan untuk mendapatkan kendali keamanan di semua provinsinya akhir tahun ini, penasehat keamanan nasional mengatakan Rabu, menekankan kepercayaan pemerintah yang meningkat pada pasukannya sendiri.

Mowaffaq al-Rubaie berbicara pada upacara tempat tentara pimpinan-AS menyerahkan tanggung jawab keamanan provinsi Syiah Qadisiya di Irak selatan pada pasukan Irak.

Penyerahan itu menempatkan Baghdad dalam pengawasan keamanan di 10 dari 18 provinsi negara itu, yang sebagian besar daerah Syiah atau Kurdi.

"Kami ingin mencapai provinsi ke18 sebelum akhir tahun ini. Insya Allah semua provinsi akan dikuasai pihak berwenang keamanan Irak sebelum akhir tahun ini," Rubaie mengatakan dalam pidato yang disiarkan di televisi Iraqiya yang dikuasai-pemerintah dari ibukota Qadisiya, Diwaniya.

Keyakinan pemimpin Irak yang meningkat dalam menangani urusan keamanan mereka sendiri sebagian tercermin dalam usul PM Nuri al-Maliki agar jadwal waktu ditetapkan bagi penarikan tentara AS di Irak.

Jumlah tentara Irak merupakan masalah penting dalam perjuangan pemilihan presiden AS November antara calon partai Republik John McCain dan kandidat partai Demokrat Barack Obama. McCain mendukung strategi pemerintah Bush sekarang ini, sementara Obama menginginkan jadwal waktu penarikan.

Letnan Jenderal Lloyd Austin, komandan nomer dua militer AS di Irak, mengatakan penyerahan di Qadisiya masih merupakan demonstrasi lainnya oleh pemerintah Irak yang demokratis.

Cuaca buruk telah menunda upacara yang sedianya akhir bulan lalu bagi pasukan Irak untuk mengambil alih keamanan di Qadisiya.

Militer AS mengatakan cuaca buruk juga telah menangguhkan penyerahan keamanan bulan lalu di provinsi Anbar, bekas kubu kuat gerilyawan Arab Sunni di barat. Anbar akan menjadi provisi Arab Sunni pertama yang akan masuk dalam kendali keamanan Irak.

Pasukan Irak tumbuh

Diwaniya adalah satu dari beberapa kota di bagian selatan Irak yang Syiah yang menyaksikan pertempuran sengit antara Tentara Mahdi pimpinan ulama anti-Amerika Moqtada al-Sadr dan pasukan pemerintah akhir Maret. Diwaniya sebagian besar tenang sejak itu.

Pertempuran berkobar di Irak selatan setelah pemerintah memerintahkan tindakan keras terhadap milisi Syiah di pusat minyak Basrah.

Pasukan Irak telah tumbuh, seluruhnya sekitar 560.000 personil, termasuk tentara, polisi dan unit lainnya. Namun banyak unit yang hanya dapat berfungsi dengan bantuan militer AS.

Pada akhir Juni, Austin mengatakan pada wartawan di Pentagon "tidak ada daerah yang kami ingin pisahkan sekarang untuk dipersembahkan secara khusus pada pasukan keamanan Irak".

Ketika kendali keamanan provinsi dikembalikan ke Irak, pasukan pimpinan AS secara umum akan mundur dari pusat kependudukan besar tapi dapat diminta untuk campur tangan dalam keadaan darurat.

Pentagon, bagaimanapun, mengatakan dalam laporan tiga bulanan bahwa pasukan Irak bisa jadi "sebagian besar mencukupi-sendiri pada akhir 2008".

Kekerasan di Irak telah menurun ke dasar empat tahun, meskipun beberapa provinsi di utara Baghdad dilanda oleh serangan hebat yang sebagian besar dipersalahkan pada Islam Sunni al Qaida.

Pembom telah membunuh sekitar 40 orang dan melukai sejumlah orang dalam beberapa serangan di Irak utara Selasa.

Pasukan keamanan Irak didorong untuk melancarkan tindakan keras di Diyala, kata kementerian dalam negeri Minggu. (*/cax)