"Meskipun kondisi PSIM terutama dalam hal pendanaan saat ini belum menggembirakan, tetapi PSIM tetap ikut kompetisi sepak bola divisi utama PSSI 2008," kata Sekretaris PSIM Dessy Arvianto di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, ikut dalam kompetisi tersebut sebagai bukti PSIM ingin berpartisipasi dalam kejuaraan sepak bola itu.
Kata Dessy, ini juga sebagai wujud konsekuensi Pemerintah Kota Yogyakarta yang telah berkomitmen kepada masyarakat untuk tetap ambil bagian dalam kompetisi tersebut. "Namun, dengan catatan apabila jumlah pesertanya lebih dari separuh jumlah tim yang bercokol di divisi utama," katanya.
Ia mengatakan PSIM tidak ingin mengikuti jejak empat tim lain yang menyatakan tidak ikut kompetisi ini, yaitu Persmin Minahasa, Persma Manado, Persiter Ternate dan Persidago Gorontalo. "Keempat tim tersebut memilih tidak ikut kompetisi karena kesulitan dana," katanya.
Kata dia, Walikota Yogyakarta hanya menyediakan anggaran sebesar Rp300 juta untuk mendanai PSIM dalam kompetisi itu. "Sehingga masih kurang banyak, karena dana yang dibutuhkan minimal Rp4 miliar," katanya.
Karena itu, menurut Dessy Arvianto, pihaknya masih akan berupaya mencari dana lagi hingga terpenuhi minimal Rp4 miliar.
Mengenai `tiket terusan` untuk menonton pertandingan kandang PSIM dalam kompetisi tersebut, sampai sekarang masih ditawarkan kepada masyarakat untuk mendukung penggalangan dana bagi keperluan itu. (kpl/rsd)