< >

Permasalahan Perbatasan RI Dengan 10 Negara Belum Tuntas

Jum'at, 18 Juli 2008 07:29
Kapanlagi.com - Permasalahan perbatasan RI dengan 10 negara tetangga hingga saat ini belum selesai, khususnya berkaitan dengan penetapan zona ekonomi eksklusif (ZEE), kata Kepala Peslitbang Strategi Pertahanan Dephan Brigjen TNI Frans B Workala.

Wilayah Indonesia sangat luas meliputi sekitar 2.012.402 km2 daratan. Jika ditambah dengan 285.005 km2 laut teritorial saja akan menjadi total 2.297.407 km2, kata Frans pada Pertemuan Forum Kelitbangan Departemen, Kementerian dan LPND (Lembaga Pemerintah NonDepartemen) di Cibinong, Bogor, Kamis (17/7).

Ia mencontohkan, perbatasan ZEE dengan India, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Palau (negara kecil terdepannya AS -red) yang belum ditetapkan, atau ZEE dengan Australia yang perlu ditinjau ulang.

Permasalahan lainnya, lanjutnya, landas kontinen dengan Filipina dan pulau yang belum disepakati, batas teritorial dengan Malaysia yang perlu direvisi akibat kasus Sipadan-Ligitan serta delimitasi yang belum selesai dengan Singapura.

Selain batas perairan, ujarnya, batas udara pun masih terus bermasalah ketika GSO (Geostationer Orbit) Indonesia dimanfaatkan negara maju tanpa Indonesia dapat berbuat apa-apa.

"FIR (Flight Information Region -red) kita dikendalikan Singapura. Hal ini berhubung batas udara merupakan batas semu yang hanya dapat dilihat dengan peta atau dengan teknologi IT tingkat tinggi," katanya.

Batas darat yakni RI-Malaysia, RI-Papua New Guinea dan RI-Timor Leste juga cukup rawan dengan berbagai kegiatan ilegal dan rawan politik.

Karena itu, kebijakan Dephan lebih ditekankan pada Minimum Essential Force (MEF) dengan cara mengurungkan niat kekuatan lain untuk mencoba melakukan invasi atau ancaman militer.

"Jadi, kebijakan kita mengutamakan kerja sama antar negara sahabat dan turut serta dalam perdamaian dunia," katanya. (kpl/rif)