Menlu Gheit menyatakan hal itu pada konferensi pers bersama dengan Menlu Kuwait Sheikh Mohamed Sabah al-Salem al-Sabah seusai pertemuan komite bersama Mesir-Kuwait di Kairo, kantor berita Mesir, MENA melaporkan. Keadilan hanya dapat dicapai di Sudan lewat suatu penataan politik, kata Gheit, dan menekankan pentingnya mencapai stabilitas dan keadilan di negara itu.
Abul Gheit yakin, menteri luar negeri Liga Arab, yang dijadwalkan akan bertemu di Kairo pada Sabtu untuk mendiskusikan perselisihan antara Sudan dan ICC yang bermarkas di Den Hague itu, akan mengadopsi suatu sikap bersama tentang masalah itu.
Pada konferensi pers yang sama, Menlu Al-Sabah mengatakan Kuwait dan Mesir memiliki pandangan yang sama mengenai krisis antara Sudan dan ICC tersebut.
Kuwait yakin bahwa tuduhan terhadap Presiden Sudan itu tidak akan menyelesaikan masalah di Sudan, dan bahkan dapat lebih menyulitkan situasi di sana, kata Menlu Al-Sabah.
Pada Senin, Kepala Jaksa ICC Luis Moreno-Ocampo secara resmi meminta penangkapan terhadap Presiden Al-Bashir atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Darfur, wilayah konflik di bagian barat Sudan.
Sudan, yang bukan anggota ICC, telah menolak tuduhan ICC terhadap Presiden Al-Bashir, dan menilainya sebagai "omong kosong dan tuduhan palsu" dan menyatakan bahwa ICC tidak memiliki hak hukum terhadap Sudan. (*/cax)