< >

PKS Alokasikan 70% Caleg Dari Kaum Muda

Jum'at, 18 Juli 2008 19:34
Kapanlagi.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminang anak-anak muda untuk dipersiapkan sebagai calon pemimpin nasional dan hal itu mulai ditunjukkan dalam daftar susunan calon anggota legislatif (Caleg) untuk Pemilu 2009 dengan komposisi 70% anak-anak muda.

Demikian ditegaskan Ketua DPP PKS Mahfudz Siddik dan Wakil Sekjen DPPPKS Fahri Hamzah di Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat (18/7) terkait pengkaderan yang dilakukan partai ini menghadapi Pemilu maupun Pilpres 2009.

Mahfudz yang juga Ketua Fraksi PKS DPR menjelaskan, PKS memanfaatkan Pemilu 2009 sebagai momentum untuk melahirkan pemimpin muda. "Target progresif kita adalah tahun 2009 dan kita akan lebih mantapkan program untuk melahirkan pemimpin muda tahun 2014," katanya.

Jika memperoleh suara signifikan, maka target progresif PKS akan tercapai tahun 2009 dengan mencalonkan kadernya sebagai presiden mendatang. Tetapi, diakui bahwa untuk melahirkan pemimpin nasional harus melalui proses politik sehingga kalau target mengajukan kaum muda sebagai Capres, maka target selanjutnya pada 2014.

Namun, komitmen memberi kesempatan kepada kaum muda untuk memimpin bangsa akan diwujudkan melalui Caleg. "Susunan Caleg PKS yang akan didominasi kaum muda (70%) itu sesuai dengan hasil survei bahwa masyarakat menanti kehadiran pemimpin muda," katanya.

PKS sangat memikirkan bagaimana mengimplementasikan target tersebut. Bahkan dalam Mukernas PKS di Makassar pada 21-23 Juli 2008, masalah ini akan menjadi perhatian utama. Hal itu sesuai dengan tema Mukernas "Pemimpin Baru, Harapan Baru dan Indonesia Baru".

"Mukernas di Makassar akan kami jadikan momentum bagi lahirnya pemimpin baru Indonesia," katanya yang menambahkan, PKS akan membahas masalah ini secara mendalam.

Sebenarnya, ide memunculkan pemimpin muda bukan gagasan baru bagi PKS. Gagasan ini sudah lama diimplementasikan sejak lahirnya PKS. Selama ini, PKS selalu menampilkan anak-anak muda sebagai pemimpin partai, Caleg di lembaga legislatif maupun dalam Pilkada.

Fahri Hamzah mengemukakan, Indonesia membutuhkan regenerasi politik besar-besaran. Generasi yang memimpin Indonesia selama masa transisi 10 tahun terakhir tidak cukup memiliki energi yang diperlukan untuk menyelesaikan persoalan bangsa. "Karena itu, bangsa ini membutuhkan energi baru dari kalangan muda," katanya.

Sejumlah kader muda PKS telah menempati posisi strategis di lembaga legislatif maupun di pemerintahan. Gubernur Jawa barat Ahmad Heryawan dan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi merupakan kader muda PKS sekaligus gubernur termuda di Indonesia dengan usia 36 tahun.

Sebelumnya, tokoh muda yang diajukan PKS juga memenangi Pilkada di Bengkulu (pasangan Agusrin-Syamlan) dan di Sumatera Utara (pasangan Syampurno).

PKS juga telah merencanakan mekanisme politik bagi rekrutmen tokoh-tokoh nasional yang akan masuk dalam bursa pemilihan Capres dan anggota kabinet. Pada Peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2008, PKS akan memfasilitasi Konferensi Nasional 100 Tokoh Baru dan Tokoh Muda Nasional dari berbagai latar belakang.

Forum ini juga diharapkan menjadi semacam konvensi angkatan baru Indonesia menyongsong pemilihan presiden dan Wapres. "Forum ini merupakan kelanjutan dari platform dalam Mukernas PKS di Bali awal tahun ini, bahkan PKS sungguh-sungguh telah membuka diri dengan mengajak seluruh anak muda bangsa membangun koalisi untuk pemimpin baru," katanya.

"PKS siap berkoalisi dengan partai apa saja untuk regenerasi pemimpin bangsa selama mereka bersepakat untuk membangun Indonesia yang lebih bermartabat dan sejahtera," katanya. (kpl/rif)