"Saya kepingin seperti bunglon. Yang mampu mengubah warna kulitnya mengikuti tempat di mana ia berada," aku Titi Kamal kepada Kapanlagi.com yang menemuinya di sela-sela pembuatan video klip lagu terbarunya di Spark Studio, Cijantung, Jakarta Timur, Jum'at (18/7).
Mengapa kepingin seperti bunglon, binatang yang selama ini dikonotasikan pada orang tidak punya pendirian dan munafik itu? Titi Kamal memiliki pendapat lain. Ia mengatakan bunglon adalah cermin dari orang yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya.
"Aku ingin seperti bunglon yang setiap saat bisa mengikuti trend, mudah beradaptasi dengan lingkungan. Dan, mampu membuat kejutan-kejutan," tegas Titi, yang kini mulai serius masuk ke ranah musik R&B.
Merambah jalur musik dan berupaya eksis di dalamnya, lanjutnya merupakan bagian dari hidupnya menjadi bunglon di dunia entertainment. "Yang aku inginkan bisa menjadi entertainer sejati. Artinya, tidak hanya eksis di film saja, tapi juga di musik, juga dance dan entertainment lainnya," ungkap Titi yang mengaku banyak berguru pada Piyu Padi di dunia musik. (kpl/ant/rsd)

Shanghai
Tibet
Hongkong
Taiwan
Beijing









