< >

Bangladesh Adopsi Sistem Rusun Indonesia

Jum'at, 18 Juli 2008 23:12
Kapanlagi.com - Negara di kawasan Asia Selatan, Bangladesh, ingin meniru sistem rumah susun (rusun) di Indonesia untuk menyiapkan perumahan yang layak huni bagi masyarakat miskin, mengingat sebagian besar masyarakat Bangladesh masih hidup di bawah garis kemiskinan.

"Kami ingin mengetahui keberhasilan Indonesia dalam membangun sistem perumahan layak huni dan pembangunan komunitas masyarakat berkelanjutan, terutama untuk masyarakat miskin," kata Joint Secretary dari Kementerian Pertanahan Bangladesh, Md. Abdul Monaf Patwary saat melakukan kunjungan kerja ke Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Jumat (18/7).

Dalam kesempatan itu, Patwary juga mendiskusikan isu-isu terkait pertanahan dan kebijakan nasional, terkait dengan kebijakan pemerintah Bangladesh untuk mengatasi kemiskinan melalui "Adarsya Gram Project" (proyek desa ideal), yang memfokuskan pada pembangunan rumah dan fasilitas umum.

Proyek itu sendiri, menurutnya, akan menargetkan pembangunan rusun di negara tersebut pada tahun 2008-2012, sebanyak 1.000 unit rusun dan 100 perumahan.

"Semuanya akan dikerjakan oleh Departemen Pertanahan Bangladesh. Dan saat ini, di Bangladesh belum ada apartemen yang dibangun pemerintah. Semua apartemen merupakan milik swasta. Karena itu, kita mau belajar dari Indonesia," terangnya.

Kunjungan kerja pemerintah Bangladesh itu sendiri kemudian dilanjutkan dengan kunjungan singkat ke kawasan rumah susun Kemayoran dengan didampingi Direktur Pemukiman dan Perumahan Bappenas, Budi Hidayat dan Biro Humas Bappenas.

Patwary yang didampingi sekitar tujuh pejabat nasional dan regional, berkesempatan melihat secara langsung kondisi rumah dan lingkungan beberapa tipe rumah yang disediakan, sekaligus melakukan "study" banding dengan konsep perumahan yang sama di Malaysia, negara yang dikunjungi sebelumnya.

Memanfaatkan kunjungan itu, Patwary juga ingin mengetahui skim pembiayaan kepemilikan rumah bagi masyarakat miskin.

Di sela-sela kunjungan tersebut, Direktur Bidang Pemukiman dan Perumahan Bappenas, Budi Hidayat, mengatakan, hingga saat ini konsep rusun Indonesia, baik menyangkut fasilitas dan sanitasi, cukup bisa dibanggakan, meski masih banyak persoalan administrasi pembangunan perumahan yang harus diperbaiki.

"Indonesia bahkan dianggap masih lebih baik di kawasan Asia Tenggara," katanya.

Dia juga menjelaskan, skim pembiayaan bagi masyarakat miskin yang dapat diberikan pemerintah saat ini hanya untuk rumah susun sewa dengan harga yang terjangkau. (kpl/rif)