"Agar angka 23 itu diketahui umum (sebagai nomor urut partai Golkar -red)," kata Jusuf Kalla dalam Temu Kader Partai Golkar dengan Ketua Umum Golkar di Gorontalo, Jumat malam.
Ia juga meminta kadernya banyak melakukan aksi sosial karena Pemilu 2009 adalah Pemilu yang paling ramai dipenuhi oleh figur, dan hanya figur-figur yang dicintai rakyatlah yang terpilih.
"Jadi harus banyak aksi sosial, bukan kalau ada bencana saja, tapi juga ikut kerja bakti atau sunatan massal. Jadi figur-figur yang mewakili partai politik harus berani tampil dan dekat dengan rakyat," katanya.
Kemenangan partai di masa ini, lanjut dia, juga tergantung dari figur yang dimunculkan, karena itu DPD Partai Golkar harus merancang kampanye sebaik-baiknya.
"Masyarakat tidak hanya mengukur dari program parpol, tetapi juga dari figur, apa yang dilakukan oleh kader yang ada di pemerintahan, yang kalau mereka berhasil akan melekat di benak masyarakat," katanya.
Sebaliknya kalau ada kader Gubernur, anggota DPR dan lain-lain terlibat masalah korupsi atau pelanggaran hukum maka nama baik partai juga terkena imbasnya, katanya.
Ia juga mengatakan, inti dari kampanye 2009 adalah dialog dan debat, bukan lagi dengan pawai atau dangdutan seperti di masa lalu, namun harus diingat bahwa etika berkampanye harus dijunjung tinggi.
"Boleh berkampanye bahwa pilihlah Golkar karena Golkar baik, tetapi jangan mengatakan jangan pilih partai itu karena jelek," katanya.
Menjawab pertanyaan kader Golkar, Jusuf Kalla memuji pasangannya dalam Pemilihan Presiden 2004, Susilo Bambang Yudhoyono, yang mampu menjadi tokoh yang dipilih rakyat sebagai Presiden.
"Dari sejarah politik di negeri ini partai yang didirikan oleh mantan pejabat termasuk mantan jenderal, yang bisa menonjol empat tahun lalu cuma partai demokrat, selain itu tidak ada," katanya.
Ia mencontohkan, PKP yang dipimpin Edy Sudrajat, di DPR cuma memiliki satu anggota, partai yang dipimpin Hartono bahkan tidak menempatkan wakil, sementara partainya Susilo Bambang Yudhoyono didukung banyak orang meski baru muncul.
"Memang timingnya tepat dan juga karena kesan asal bukan Mega, dia juga cerdas dan pihak yang dizalimi karena dibilang jenderal kekanak-kanakan," katanya. (*/cax)

Cillian Murphy
Val Kilmer
Chris O'Donnell
Christian Bale
George Clooney


