Putra dari bintang film Ida Leman pernah beberapa kali tampil di layar lebar di antaranya dalam film BADUT-BADUT KOTA yang dibintangi Ayu Azhari dan Didi Petet. Juga pernah tampil dalam film karya Slamet Rahardjo yang tampil bersama Rahayu Effendi, Ida Iasha, Zainal Abidin, Rima Melati, Sophan Sophian (Alm) dan Widyawati. Juga pernah tampil dalam film digital berjudul FILM FOTO, KOTAK DAN JENDELA bareng Christian Sugiono, dan Sita Nurshanti.
"Saya sempat berpikir karena film Indonesia sudah mati jadi belum ada niat untuk main film, tapi mama yang banyak dukung untuk terjun ke dunia film lagi," Mario, saat ditemui di lokasi syuting di Kali Code Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Dukungan orang tua terhadap Mario memang sangat besar, terutama untuk mendalami seni peran. Padahal Mario di hadapan teman-temannya paling tidak suka jika dipanggil artis. "Aku paling benci dipanggil artis, tapi sekarang malah kejadian, ha-ha," terang anak pertama dari 3 bersaudara ini.
Tanpa sadar kini Mario telah mendapat julukan artis muda, baru, dan berbakat. Mario disadarkan oleh sahabatnya sendiri yang bernama Junior. Temannya itu merasakan bahwa dari karakter dan penampilan Mario memang telah mengalir darah seni dari orang tuanya.
Bakat akting yang dimiliki Mario adalah berkat didikan Erwin Syah dan Ida Leman orang tuanya. Meski Mario juga lebih banyak belajar akting lewat menonton film. Tokoh favoritnya adalah Robert De Niro. Ia selalu ingat apa yang dikatakan idolanya ini soal peran, 'Saya tidak pernah menjadi orang lain, saya hanya berusaha untuk menjadi diri saya sendiri dan memerankan karakter.' Menurut Mario kata-kata De Niro tadi sangat dahsyat maknanya.
"Belajar akting paling handal dari nonton film, lihat alasan dia berkedip, bergerak, berbicara itu semua aksi dan reaksi," ujar pria kelahiran 30 Oktober 1982 ini.
Untuk rencana jangka panjang Mario akan terus berkecimpung di dunia seni, baik itu seni peran dan seni musik. Soalnya Mario juga pernah membentuk kelompok band indie bersama teman-temannya.
Obsesinya dalam dunia peran, ketika ia bermain dalam sebuah film, adalah bisa membuat penonton mengatakan filmnya bermakna dan ada isinya. "Aku pengen kalau misalnya dalam film aku sedih, penonton ikut sedih. Kalau sampai seperti itu wah benar-benar ketagihan dan ketergantungan. Insya Allah, ketika orang nonton film saya, saat keluar dari bioskop paling minim dia ingat adegan yang paling nyebelin atau yang paling buat penonton senang," ujar lulusan Ekonomi Trisakti ini. (kpl/tia)
Semanizt2x tebu d'kebun lebih maniezt km dilayar kaca,please izinin aq,,,call u,,,hehehe