"Sekarang Saya sedang mempersiapkan revolusi musik dangdut, agar dangdut menjadi primadona lagi," ungkap Rhoma ditemui di sela acara ulang tahun Dorce Gamalama, Senin (21/7).
Menurut Rhoma sekarang ini sedang trend grup pop band, karena memang itu trend anak muda sekarang. Semua memiliki massa dan rotasi. Sementara Soneta menurut Rhoma sedang memasuki masa regenarasi, mengikuti siklus zaman.
"Saya ingin menjadikan dangdut menjadi melodi yang universal. Karena dangdut itu nggak identik dengan goyangan, karena goyangan bukan musik," terang pria yang pernah berseteru dengan si goyang gebor Inul Daratista ini.
Dalam perjalanan bermusiknya Rhoma bersama Soneta telah membawa musik dangdut dalam kaidah musik dakwah. Syair-syair lagu Rhoma memiliki kekuatan dakwah yang dianggap universal. Sehingga saat kelompok 'goyang seksi' hadir di dunia dangdut, oleh Rhoma justru dianggap sebagai racun bagi musik dangdut, karena dianggap cenderung merusak aspek seninya. (kpl/hen/dar)
Lihat Profil: Rhoma Irama, Dorce Gamalama, Inul Daratista