Data-data yang diterbitkan melalui majalah Natural itu menunjukkan bahwa di dataran tinggi planet Mars ditemukan mineral tanah liat yang tak mungkin terbentuk tanpa adanya air. Dataran tinggi ini kemudian terkubur oleh lava panas yang menutupi hampir setengah permukaan Mars.
Menurut sebuah berita yang dimuat TechWeb hari Jumat (18/07/08) dikabarkan bahwa NASA memperkirakan bahwa persentuhan dengan air ini terjadi antara 4,6 milyar sampai 3,8 milyar tahun yang lalu atau kira-kira setelah terbentuknya alam semesta ini.
John Mustard, salah satu anggota Compact Reconnaissance Imaging Spectrometer for Mars (CRISM), juga mengatakan bahwa air juga telah mengikis beberapa formasi karang yang ada di permukaan Mars ini. Dari perubahan bentuknya diperkirakan bahwa jumlah air yang mengikis pastilah tidak sedikit.
Dari perkiraan ini, para ilmuwan berharap bahwa ekspedisi ke Mars berikutnya dapat mencari data-data yang mendukung teori adanya kehidupan di planet ini pada suatu waktu di masa lampau. Karena tanah liat mampu menyimpan zat organik dengan baik, maka bila di Mars pernah ada kehidupan maka sisa-sisanya pasti dapat ditemukan dalam lapisan tanah liat ini. (tech/roc)