Kebakaran diduga disebabkan oleh kompor meledak di rumah Mak Icah yang sedang menggoreng ikan asin.
Api segera membesar dan membakar dinding rumah wanita berusia 75 tahun yang terbuat dari papan itu.
"Setelah api membesar, Mak Icah panik dan segera berteriak meminta tolong pada tetangga," kata Sugandi, warga yang rumahnya berjarak sekitar enam rumah dari Mak Icah.
Karena udara panas dan angin berhembus kencang, api segera menyambar ke rumah tetangga yang juga berdinding papan, di perkampungan padat tersebut.
Warga segera memberikan bantuan dengan mengeluarkan barang-barang korban dan memadamkan api dengan air yang diambil dari kali tak jauh dari lokasi kejadian, kata Ketua Rt04/Rw 03, Jejen.
Empat mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang tiba di dekat lokasi kebakaran tidak bisa seluruhnya masuk ke lokasi karena gang menuju lokasi kebakaran hanya muat dua mobil. Dua mobil Damkar lainnya menunggu di depan SMA Negeri 2 Kota Bogor dan menyiramkan air secara bergantian.
Api baru bisa dijinakkan sekitar setengah jam kemudian. Selain menghabiskan empat rumah, yakni milik Mak Icah, Sulaeman, Suminta, dan Narim, api juga melalap sebagian rumah milik Effendi dan Jajang.
Sebagian barang-barang yang bisa diselamatkan dititipkan di rumah warga sekitar di lokasi kejadian.
Para korban kebakaran tampak panik, karena sampai sore mereka tidak tahu harus menginap di mana.
"Semua barang-barang tidak bisa diselamatkan, hanya pakaian yang saya pakai saja," kata Siti, menantu Sulaeman.
Ny Ade, istri Suminta juga mengeluhkan barang-barangnya tidak bisa diselamatkan. Sambil menitikkan air mata, ibu empat anak ini menceritakan seluruh hartanya, termasuk surat rumah dan ijazah anak-anaknya hangus terbakar.
Korban kebakaran mendapat bantuan sembako berupa beras, mie instan, ikan sarden, gula pasir, dan biskuit.
Bantuan diserahkan oleh Kepala Bidang Pengawasan Tenaga Kerja (Kabid Wasnaker) Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Pemerintah Kota Bogor, Bambang Budiono dan diterima Ketua Rt06/Rw 03 Jejen di dekat lokasi kebakaran.
Bambang mengatakan, jika warga ingin mengurus surat rumah atau ijazah yang terbakar, agar mengurusnya melalui Rt, Rw, dan lurah setempat dan kemudian dilanjutkan ke instansi terkait.
Dua hari sebelumnya, pada Sabtu (26/7), belasan rumah warga di Rt03 dan Rt 04/Rw 04 Kampung Babakan Fakultas Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, juga hangus terbakar akibat konsleting listrik. (kpl/rif)