"Di antagonis lebih banyak improve dan banyak tantangan, kalau protagonis kebanyakan datar dan sedikit improve," ujarnya beralasan.
Untuk mengukur keberhasilan akting peran antagonis pun sangat mudah. "Dengan semakin orang benci gue berarti berhasil dong. Penonton jadi kesel, katanya nyebelin, mereka kebawa emosi, itu jelas berhasil," katanya.
Tapi kalau dalam kehidupan sehari–hari Tina, sifat antagonis jelas sangat ia hindari. "Jangan sampai lah, kan orang selama ini kenal saya baik–baik, jadi diri sendiri sajalah," pungkasnya. (kpl/tri/ang)
Lihat Profil: Tina Astari