< >

Jepang Hindari Konflik Dengan Korsel

Rabu, 30 Juli 2008 07:13
Kapanlagi.com - Pemerintah Jepang tidak ingin membuka persoalan apalagi konflik dengan negara tetangganya Korea Selatan, terkait dengan sengketa kepulauan Takeshima (Dokdo, sebutan bagi Korsel) sempat memunculkan kegusaran rakyat negeri di semenanjung Korea itu.

"Jepang saat ini memilih untuk bersikap tenang saja. Pokoknya `wait and see,` atas persoalan Takeshima," kata pejabat Departemen Luar Negeri Jepang di Tokyo, Selasa (29/7).

Pejabat yang tidak mau disebutkan namanya itu mengungkapkan bahwa sengketa pulau akan ditangani secara hati-hati sekali. Ia juga enggan mengomentari kemungkinan membawanya sengketa perbatasan itu ke Mahkamah Internasional (ICJ) .

Informasi yang diperoleh Antara di Tokyo menyebutkan, Jepang sangat berhati-hati karena apa pun reaksi yang dilakukan dapat merusak kegiatan diplomasi yang saat ini sedang ditangani secara hati-hati sekali.

Sementara itu, pengamat politik internasional Jepang menilai, jalan keluar terbaik bagi sengketa kepulauan yang sejak lama diperebutkan Jepang dan Korsel adalah melalui Mahkamah Internasional, yang diharapkan dapat "memaksa" kedua negara menerima keputusan embaga hukum internasional tersebut.

Pandangan itu disampaikan Takashi Shiraishi kepada Antara di Tokyo, Senin (28/7), berkaitan dengan sengketa kepulauan Takeshima (Korea Selatan menyebutnya Dokdo) yang telah berlangsung puluhan tahun.

Korsel tentu saja menentang keras pandangan tersebut, karena bagi Gedung Biru (Istana Kepresidenan Korsel) masalah sengketa wilayah perbatasan laut Pulau Karang Dokdo bukanlah konflik teritorial, tetapi lebih ke persoalan masalah legalitas sejarah kedaulatan dan kepemilikan warisan sejarah Korsel.

Sedari awal, Soul selalu menolak usulan Tokyo agar sengketa kepulauan karang tersebut dibawa ke Mahkamah Internasional (yang selalu dipropagandakan harian Jepang). Tokyo menginginkan kasus Dokdo dibawa ke ICJ, karena yakin akan memenangkan kasusnya. Jepang sendiri sejak tahun 1954 telah menyatakan kasus Dokdo dibawa ke ICJ. (kpl/rif)