< >

Korut Ancam Usir Warga Korsel

Minggu, 03 Agustus 2008 18:26
Kapanlagi.com - Korea Utara (Korut), Minggu mengancam akan mengusir para warga Korea Selatan (Korsel) "yang tidak perlu" dari satu daerah wisata gunung yang dikelola Seoul di negara komunis itu, semakin meningkatkan ketegangan berkaitan dengan kasus penembakan mati seorang turis di sana.

Seorang jurubicara satuan militer Korut yang ditempatkan di daerah wisata Gunung Kumgang, utara perbatasan itu, juga mengecam pemimpin Korsel sebagai "pengkhianat" yang berusaha memfitnah Pyongyang atas insiden itu.

"Kami akan mengusir semua orang Korsel yang tinggal di daerah wisata Gunung Kumgang yang kami anggap tidak diperlukan," kata juru bicara itu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi KCNA yang dipantau di Seoul.

Pernyataan itu mengatakan Korut akan membatasi lebih ketat dan mengontrol perjalanan orang-orang Korsel dan kendaraan mereka melalui perbatasan itu memasuki daerah Gunung Kumgang.

"Kami akan melakukan tindakan balasan keras militer terhadap aksi-aksi permusuhan sekecil apapun di daerah wisata Gunung Kumgang dan daerah yang berada di bawah pengawasan militer mulai sekarang," kata pernyataan itu.

Korut juga menolak keras imbauan Korsel bagi penyelidikan gabungan atas insiden penembakan bulan lalu , mengecam Seoul karena

"menyesatkan opini publik di dalam dan luar negeri" menyangkut insiden itu.

"Pengkhianat Lee Myung Bak dan orang-orang lain dalam jajaran pemerintah boneka itu termasuk yang berada dalam `Kementerian Unifikasi` ikut serta dalam kampanye ini."

Ibu rumahtangga Park Wang Ja tewas 11 Juli di daerah wisata itu setelah ia tersesat memasuki darah militer yang terlarang ketika sedang berjalan-jalan di pantai.

Korut menegaskan wanita itu lari ketika ditegur dan tidak berhenti bahkan ketika seorang tentara melepaskan tembakan peringatan.

Tetapi para penyelidik Korsel membantah klaim itu dan mengatakan ia diduga berjalan pelan atau masih berdiri ketika ia ditembak.

Insiden itu terjadi saat kedua Korea, yang secara teknis masih dalam perang karena konflik 1950-1953 , mengalami kemunduran dalam usaha pendekatan mereka setelah pemerintah liberal sepuluh tahun berakhir di Korsel.

Korut memberikan reaksi sangat dingin pada Korsel sejak presiden Lee yang konservatif berkuasa Februari lalu dan berjanji akan mengambil sikap lebih keras terhadap hubungan lintas perbatasan. Korut menghentikan perundingan-perundingan resmi sebagai protes.

Hyundai Asan, operator pariwisata di Korut sejak tahun 1998, Minggu mengatakan sekitar 850 orang termasuk 263 warga Korsel dari perusahaan itu dan subkontraktor-subkontraktor, tinggal di daerah wisata itu.

Kementerian Unifikasi Seoul hanya menangani hubungan lintas perbatasan itu, Minggu melakukan satu pertemuan mendadak untuk membicarakan pernyataan militer Korut itu.

Korut menyalahkan Korsel atas insiden pembunuhan itu, sementara menolak mengizinkan Seoul mengirim satu tim penyelidikan resmi ke Kumgang.

Korsel sejak saat itu mendesak kelompok-kelompok sipil membatalkan atau menjadwal ulang kunjungan-kunjungan ke Korut dalam usaha mendesakkan permintaannya bagi penyelidikan di tempat kejadian.

Seoul mengatakan kunjungan warga Korsel ke Kumgang, yang memperoleh pendapatan bagi Korut puluhan juta dolar setahun, tidak akan dimulai kembali sampai Pyongyang memberikan jaminan keselamatan yang ketat.

Seoul juga mengajukan masalah pembunuhan itu ketika para menlu kedua negara bertemu sebentar di sela-sela Forum Regional ASEAN di Singapura bulan lalu. (kpl/dar)