"Ini untuk meningkatkan akses masyarakat dan mengurangi dampak penyakit akibat sanitasi yang kurang baik," kata pejabat sementara kepala kantor Unicef Meulaboh Begna K Edo pada serah terima fasilitas di Aceh Selatan, Selasa (5/8).
Pembangunan fasilitas air bersih dan sanitasi di Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya tersebut merupakan bagian dari program higienitas, air bersih dan sanitasi lingkungan, sekolah dan masyarakat.
Kegiatannya melibatkan masyarakat secara intensif, khususnya melalui partisipasi komite sekolah dan badan pengelola air bersih untuk menjamin keberlanjutan proyek jika program tersebut berakhir.
Bantuan tersebut tidak kurang dari 13.663 orang di 19 desa di dua kabupaten itu, termasuk 3.246 murid dari 19 sekolah, dapat menikmati air bersih dan sarana sanitasi yang memadai serta mendapat pendidikan tentang higienitas.
Pengadaan air bersih di Aceh Selatan dilakukan dengan menggunakan Gravity-Fed System dengan memanfaatkan gaya gravitasi enam unit yang disambungkan ke rumah-rumah penduduk lengkap dengan meteran air.
Menurut Asisten Project Officer Air dan Sanitasi Lingkungan Unicef Meulaboh, Enrico Rahadi, tidak kurang dari 13 kilometer pipa digunakan untuk mendukung pengadaan air ke 786 rumah di 11 desa di Kabupaten Aceh Selatan.
Unicef menyediakan 26 unit sumur bor dilengkapi dengan pompa air listrik, sedang di Aceh Barat Daya disediakan 22 unit sumur bor lengkap pompa air listrik serta tujuh sumur bor yang dilengkapi dengan pompa air tangan.
Promosi kebersihan dilakukan melalui pembentukan pahlawan higienitas di sejumlah sekolah untuk membiasakan penerapan perilaku higienitas pada diri sendiri dan mengembangkan pada teman sampai ke lingkungan sekitarnya.
Lima sampai 10 murid SD menjadi pahlawan higienitas. Mereka dilengkapi atribut seperti baju, rompi dan topi untuk membedakan dengan anak lainnya dan bertugas mengunjungi seluruh lokasi dalam lingkungan sekolah.
"Kegiatan ini diharapkan setiap anak yang belum menjadi pahlawan higienitas akan termotivasi menerapkan pola hidup bersih sehingga ia akan terpilih sebagai pahlawan higienitas berikutnya," tambah Enrico. (kpl/rif)