Oleh karena itu, menurut Direktur Narkoba Polda Sultra, Kombes Pol. Teguh Prayitno di Kendari, Selasa (5/8), jajaran kepolisian melakukan razia di Lapas dan Rutan.
"Pada kurun waktu enam bulan terakhir sudah dua kali diadakan razia di Lapas dan Rutan di Kendari, tetapi tidak ada temuan," kata Teguh Prayitno yang juga mantan Kapolres Kabupaten Konawe.
Ia mengatakan, yang menjadi sasaran para bandar Narkoba dalam melakukan aksinya adalah tersangka maupun terdakwa kasus Narkoba yang mendekam dalam terali besi itu.
"Razia Narkoba di Lapas dan Rutan di beberapa kota di Indonesia berhasil menemukan barang bukti dan pelaku," katanya mencontohkan.
Kepala Rutan Kendari, Bakri Lakka secara terpisah mengatakan, tidak ada Narkoba yang beredar di Rutan Kendari karena siapapun yang masuk diperiksa secara ketat.
"Pelaku pasti pandai menyembunyikan kejahatan, sehingga tidak henti-hentinya diadakan pemeriksaan sebagai antisipasi peredaran Narkoba di Rutan," katanya.
Oknum yang diduga kuat terlibat peredaran Narkoba di Rutan ataupun Lapas adalah tersangka dan terdakwa Narkoba karena memiliki jaringan.
Pengurus Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sultra, Berantas mengatakan, kampanye melawan atau menjauhi Narkoba terus dilancarkan khususnya bagi kalangan generasi muda.
"BNP bermitra dengan organisasi kemasyarakatan, karang taruna dan pengurus OSIS di sekolah untuk mensosialisasikan larangan menggunakan Narkoba," kata Berantas. (kpl/rif)