Awalnya Sutar (40) yang bekerja sebagai kuli bangunan itu mengeluhkan tubuhnya yang pegal-pegal sebelum memulai aktivitas di pagi hari.
Selanjutnya, salah satu kerabat korban membelikan jamu berbentuk serbuk dan diseduh dengan air hangat di sebuah kios jamu milik Wiho (50) di Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo.
"Beberapa menit setelah jamu tanpa merek itu diminum, suami saya langsung kejang dan mulutnya mengeluarkan busa," kata Suryati (36), istri korban di Mapolsek Sendang.
Pihak keluarga memberikan pertolongan dengan memberikan minum air kelapa muda untuk menetralkan racun dalam tubuh. Namun beberapa saat kemudian, nyawa korban tak tertolong.
Menurut keterangan petugas kesehatan Puskesmas Sendang, dr Nurwinarsih, korban meninggal dunia akibat keracunan.
"Jika melihat ciri-ciri pada tubuh korban, seperti kulit di sekitar kelopak mata dan jari yang membiru serta mulut mengeluarkan busa bisa disimpulkan karena keracunan," katanya mengungkapkan.
Kulit jari yang membiru, lanjut dia, sebagai pertanda korban mengalami kekurangan oksigen sehingga kesulitan bernafas. Hal itu diduga, jamu yang diminum korban mengandung zat berbahaya yang dapat merusak jantung.
Sampai saat ini petugas kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus itu. "Kami masih akan melakukan penyelidikan, termasuk melakukan uji laboratorium terhadap sisa jamu yang ditenggak korban," kata Kepala Polsek Sendang, AKP Sumadi.
Selain itu, pihaknya juga akan meminta keterangan dari penjual jamu dan beberapa anggota keluarga korban.
Sementara itu, sampai saat ini pihak RSUD dr Iskak Tulungagung masih mengotopsi jasad korban untuk mengetahui sebab-sebab peristiwa mematikan itu. (kpl/rif)