
Saat sedang nge-tren sinetron dan film horor, beramai-ramai memproduksi film horor. Akibatnya, pasar akan mengalami kejenuhan karena hanya menuruti selera pasar, katanya.
"Bila sutradara mempunyai kemampuan membaca kecenderungan pasar, tentu dapat menentukan sikap untuk membuat film yang dapat membangun komunikasi dengan penonton," jelas Hanung saat menjadi narasumber seminar Pinasthika Festival Iklan (PFI) 2008 di Hotel Melia Purosani, Yogyakarta, belum lama ini.
Hanung juga menyampaikan pengalamannya saat membuat film AYAT-AYAT CINTA. Ia mengaku sudah mempunyai bayangan kalau film itu nantinya akan banyak ditonton. Karena novel AYAT-AYAT CINTA sudah dibaca sebanyak 500 ribu pembaca.
"Selebihnya, saya percaya penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam merupakan aset calon penonton potensial. Maka target penonton film AYAT-AYAT CINTA sebanyak dua juta penonton," ucap sutradara kelahiran Yogyakarta ini.
Lebih lanjut Hanung mengungkapkan, seseorang sutradara juga harus berani mendobrak kecenderungan pada ide-ide film yang sudah ada.
Menurutnya menghadapi kecenderungan yang dibuat sendiri memang lebih berat daripada menghadapi ide-ide yang muncul dari pihak lain. Namun tetap pendobrakan itu harus dilakukan untuk menghasilkan karya dengan ide-ide segar, tegas pria yang kini tengah dekat dengan bintang akting, Zaskia Adya Mecca itu. (kpl/tia/dar)
Lihat Profil: Hanung Bramantyo, Zaskia Adya Mecca