< >

Reaksi Iran Atas Tawaran Internasional Tak Dapat Diterima

Rabu, 06 Agustus 2008 16:14
Kapanlagi.com - Beberapa pejabat AS, Selasa, mengatakan reaksi Iran atas tawaran insentif oleh negara besar dunia untuk menghentikan program nuklirnya tak dapat diterima.

Sebagaimana dikutip Associated Press, beberapa sumber pemerintah AS yang tak disebutkan jati diri mereka mengatakan satu dokumen singkat satu halaman yang diajukan Iran kepada Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Javier Solana adalah pengulangan pernyataan desakan Teheran mengenai hak untuk melakukan kegiatan nuklir damai dan bukan jawaban definitif atas tawaran dari negara besar dunia untuk menghentikan pengayaan uranium dan pemrosesan-ulang sebagai imbalan bagi keuntungan ekonomi dan yang lain.

Para pejabat itu mengatakan akibat reaksi nuklir dari Iran, para diplomat senior dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia, China dan Jerman direncanakan Rabu mengeluarkan seruan bagi penyelenggaraan konferensi guna membahas kemungkinan dilaksanakannya tindakan lebih lanjut terhadap Iran.

Amerika Serikat akan mengkaji jawaban Iran atas tawaran insentif oleh negara besar dunia untuk menghentikan program nuklirnya, kata Departemen Luar Negeri AS, Selasa.

"Kami akan menelitinya," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Gonzalo Gallegos kepada wartawan. Ia mengatakan AS menerima salinan jawaban Iran melalui surat elektronik dari kantor Solana.

"Kami akan mencari jawaban positif yang jelas dari Iran dan tak-adanya jawaban itu, kami takkan memiliki pilihan selain mengupayakan tindakan lebih lanjut terhadap mereka," kata juru bicara tersebut. Ia tak bersedia mengungkapkan isi surat Iran itu.

Utusan dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia, China dan Jerman, Senin, telah menyelenggarakan konferensi melalui telpon mengenai program nuklir Iran.

"Kami sepakat bahwa dengan tak-adanya reaksi jelas yang positif dari Iran, kami tak mempunyai pilihan selain mengusahakan tindakan lebih lanjut terhadap Iran," kata Gallegos, Senin.

Pada 19 Juli, Solana dan perunding senior Iran, Saeed Jalili, mengadakan pembicaraan guna membahas program nuklir Teheran --yang menjadi sengketa.

Selama pertemuan satu-hari tersebut, Iran gagal memberi jawaban jelas bagi paket insentif yang diusulkan oleh kelima anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman.

Namun Solana dan Jalili mengatakan pertemuan itu positif dan konstruktif dan telah mendorong saling pengertian mengenai posisi masing-masing. Mereka juga sepakat untuk berbicara lagi melalui telpon atau secara langsung dalam waktu sekitar dua pekan.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki mengatakan tak ada tenggat yang telah disepakati selama pertemuan Jenewa bagi Iran untuk menjawab paket insentif tersebut.

Amerika Serikat menuduh Iran secara diam-diam membuat senjata nuklir dengan kedok program nuklir sipil, tuduhan yang dibantah secara tegas oleh Teheran. (*/cax)