< >

Helikopter Kolombia Dibom, Tiga Awak Pesawat Tewas

Rabu, 06 Agustus 2008 17:16
Kapanlagi.com - Tiga awak pesawat terbang Kolombia tewas ketika yang diduga pemberontak FARC meledakkan bom tepat ketika helikopter mereka mendarat dalam percobaan latihan dekat salah satu pangkalan militer terbesar negara itu, pihak berwenang mengatakan Selasa.

Serangan terhadap pesawat militer Kolombia jarang terjadi sejak Presiden Alvaro Uribe mulai menggunakan miliaran dolar bantuan AS untuk memukul mundur pemberontak dan meredakan kekerasan akibat pemberontakan empat dasawarsa lamanya di negara itu.

Pemboman itu tiba Senin malam ketika awak udara itu melakukan pendaratan di provinsi Tolima, tempat pangkalan militer Tolemaida, tempat penasehat AS melatih militer. Daerah itu merupakan tempat wisata akhir pekan terkenal bagi warga Kolombia yang melarikan diri dari (kesibukan di) ibukota.

"Bom itu ditempatkan 100 meter dari tempat pesawat itu akan mendarat, yang menimbulkan kehancuran total pesawat dan kematian ketiga awak pesawat tersebut," Komandan pasukan udara Kolombia Jenderal Jorge Ballesterol.

"Tanpa keraguan apapun, itu (serangan) memiliki semua ciri khas dan metode FARC," katanya.

Beberapa pejabat, yang pada awalnya mengatakan pesawat itu jatuh, mengatakan penyelidik menemukan kawat peledak dekat tempat pendaratan dan menduga bahwa pemberontak telah memasang bom di tempat yang diketahui digunakan untuk latihan.

Kekerasan akibat konflik lama di Kolombia mereda ketika Uribe mengirim tentara untuk merebut kembali daerah yang pernah dikuasai kelompok bersenjata tidak sah. Pemboman dan serangan di daerah perkotaan jarang terjadi meskipun pemberontak masih berperang di daerah terpencil.

Tahun lalu, pemerintah Kolombia mengatakan mereka telah menggagalkan rencana pemberontak untuk menyerang penasehat militer AS ketika mereka berkunjung ke Melgar, tempat peristirahatan terkenal dekat pangkalan Tolemaida. Tiga pria ditangkap dengan bom dan foto dari udara.

Sejak tahun 2000, Kolombia menerima sekitar US$5,5 miliar sebagian besar merupakan bantuan militer dari Washington untuk memerangi pemberontak sayap kiri dan pedagang obat bius -- paket bantuan terbesar AS di luar Timur Tengah. (*/cax)