
"Keduanya memiliki karakter serupa, yakni muda, produktif, dan mempunyai peran yang cukup signifikan dalam mengembangkan perfilman di tanah air," kata Direktur JAFF Budi Irawanto di Yogyakarta, Kamis (7/8).
Ia mengatakan Hanung Bramantyo memperoleh penghargaan atas kiprahnya dalam penyutradaraan film yang menghidupkan kembali perfilman Indonesia, sedangkan Melly Goeslaw atas karya soundtrack film ciptaannya.
Selain menganugerahkan penghargaan bagi Hanung Bramantyo dan Melly Goeslaw, JAFF yang digelar untuk ketiga kalinya itu juga menggelar pemutaran film serta serangkaian workshop dan seminar.
"JAFF tahun ini tidak hanya menyuguhkan film-film Asia, tetapi juga menghadirkan workshop dan seminar yang digelar secara bersamaan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Lembaga Indonesia Perancis (LIP), dan Bedog Art Festival," katanya.
Kegiatan bertema Metamorfosa yang berlangsung 9-13 Agustus ini, menurut dia dimaksudkan sebagai metafora bagi proses refleksi diri menuju kesempurnaan.
"Tema itu juga hendak menegaskan kembali kekuatan sinema dalam menebarkan nilai keutamaan yang bersumber pada religiusitas, serta ikut menyumbang bagi proses perubahan sosial," katanya. (kpl/dar)
Lihat Profil: Hanung Bramantyo, Melly Goeslaw