Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin beserta istri Ny Ratu Munawaroh, Jumat berkesempatan meninjau pameran buah-buahan dan sayur-mayur organik yang digelar Dinas Pertanian Taman Pangan setempat.
Zulkifli kepada wartawan mengatakan, taman anggrek yang dilengkapi 250 spesies jenis tanaman anggrek dan ikan hias khas Jambi akan dikembangkan tempat bermain anak dan remaja, serta dijadikan taman kota dan taman pintar.
Taman anggrek Sri Soedewi seluas 1,8 hektar itu hampir 20 tahun tertutup untuk umum, dibangun era 1980-an atau ketika itu Gubernur Jambi dijabat Masjchun Sofwan.
Almarhumah Sri Soedewi merupakan istri Masjchun Sofyan yang menggagas pembangunan taman anggrek tersebut, sehingga namanya diabadikan menjadi nama taman.
Taman itu akan menjadi pusat pendidikan dan bermain bagi masyarakat, karena letak strategis di kawasan kantor gubernur dan perkantoran dinas-dinas pemerintah Provinsi Jambi. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi, Erman Rahim menjelaskan, langkah awal membuka taman untuk umum dengan mensosialisasikan keberadaan taman anggrek dengan menggelar pasar tani.
Pasar tani bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang manfaat pupuk organik, tanaman organik yang bebas pestisida atau bahan kimia, sehingga masyarakat tahu tanaman menggunakan pupuk organik lebih sehat dan bermanfaat untuk kesehatan.
Taman itu memiliki jenis anggrek alam (arundina, acriopsis, bolbophyllum), anggrek tanah, anggrek jenis emma story, vandadouglas, James storie, vanda macan, berta baraga, anggrek silang, dendrobium, ocidium, cattleya, mocara dan Phalaenipsis.
Sedangkan jenis ikan seperti ikan hias arwana khas Jambi, ikan hias bajubang (botia), dan ikan semah.
Di taman yang diharapkan menjadi daya tarik wisata di Kota Jambi itu, juga terdapat satu unit bangunan joglo, enam unit rumah setengah bayang, satu unit laboratorium kultur jaringan, satu unit kolam sepanjang 500 meter. (*/bee)