Kepala Bidang Pengamatan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Edy Rakhmato di Temanggung, Jumat (8/8) mengatakan, tercatat 20 orang di Desa Tegowanu terkena diare dan 22 orang di Jlegong terjangkiti penyakit serupa.
Menurut dia, wabah diare di dua desa terjadi karena pada musim kemarau warga kekurangan air bersih. Warga Tegowanu kini hanya mengandalkan bantuan air bersih Pemkab Temanggung karena sumber air mengering, sedangkan di Jlegong warga menggunakan air sumur galian yang isinya terbatas.
"Untung, wabah diare bisa diatasi di masing-masing puskesmas sehingga tidak ada penderita yang sampai dirujuk ke rumah sakit (RS)," katanya.
Namun, dia mengkhawatirkan kasus serupa terjadi di wilayah lain yang saat ini masih dilanda kekeringan.
"Diare merupakan penyakit yang berbasis lingkungan, kalau lingkungan tidak bersih maka rawan terkena penyakit diare," katanya.
Ia mengimbau warga Temanggung melakukan pencegahan sedini mungkin dengan berperilaku hidup bersih dan meminta puskesmas selalu melakukan penyuluhan pada masyarakat mengenai hal ini. (kpl/rif)