Ribuan Aremania yang konvoi dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, Senin, mengambil start di Stadion Gajayana Malang melewati rute wilayah perbatasan Kota Malang, Batu dan Kabupaten Malang.
Konvoi yang dilakukan sejak pagi itu, memantik kekecewaan dan dikeluhkan oleh banyak warga pengguna jalan, karena masih ada oknum Aremania yang berbuat anarkis di jalanan serta tidak mengenakan helm dan aturan lalu lintas lainnya.
"Kendaraan yang tidak mau menepi ketika rombongan konvoi Aremania lewat ditendang dan dipukul dengan kayu gagang spanduk Arema. Ini membuat kami tidak simpatik", kata Joko, salah seorang korban yang kendaraannya dipukul oleh oknum Aremania di kawasan Dinoyo.
Menurut dia, hura-hura konvoi yang menghabiskan bahan bakar itu, akan lebih baik kalau digunakan menjadi kegiatan yang lebih berarti bagi masyarakat, seperti kegiatan donor darah atau lomba balap sepeda yang sekaligus memperingati HUT RI.
Menanggapi tindakan oknum Aremania tersebut, dedengkot Aremania, Abah Slamet secara tegas mengatakan, jika ada Aremania yang sedang konvoi melakukan anarkhis dilaporkan saja ke pos polisi terdekat.
"Kalau tradisi tahunan konvoi Aremania ini ternyata banyak menimbulkan masalah bagi pengguna jalan, maka tidak menutup kemungkinan tahun depan ditiadakan dan digantikan dengan kegiatan lain, terutama kegiatan sosial", katanya menegaskan.
Sementara itu manajemen Arema dan seluruh pemain serta official menggelar syukuran bersama ratusan anak yatim di mess Arema Sengkaling.
"Perayaan HUT Arema ke-21 ini kami rayakan dengan cara sederhana saja bersama anak-anak yatim piatu. Kalau Aremania merayakannya dengan cara lain silahkan saja", kata Asisten manajer dan Humas Arema, M. Taufan. (*/cax)