"Kami menolak untuk menjadi penyelenggara pertandingan antara Persib melawan Arema, karena mengenai administrasi pertandingan yang dulu pada hari Selasa (5/8) antara Persib melawan Persik Kediri administrasinya sampai sekarang belum beres," kata Ketua Panpel Solo Paulus Haryoto, di Solo, Senin.
Untuk administrasi itu biaya saat laga Persib melawan Persik, Selasa (5/8), selain itu Persitara Jakarta Utara juga belum menyelesaikan masalah pendanaan tersebut. Biaya itu apabila ditotal kedua tim tersebut harus membayar setidaknya Rp250 juta ke Panpel Persis Solo.
"Untuk sekali pertandingan Panpel Persis mengenakan biaya administrasi sebesar Rp85 juta dan ada tiga pertandingan yang sampai sekarang belum beres. Untuk itu kami menolak penyelenggaraan pertandingan Persib lawan Arema," ujarnya.
Dalam penyelesaian masalah ini, maka Paulus mengatakan pihaknya akan meminta kepada Badan Liga Indonesia, meminta membantu menyelesaikan, karena terkait lembaga ini yang mengarahkan tim-tim tersebut menggunakan stadion Manahan Solo.
Untuk biaya pertandingan ini padahal ada pembayarannya yang tidak bisa ditunda, misalnya dana keamanan dengan terpaksa ya harus menombok dahulu.
Meskipun menolak satu laga Persib melawan Arema, Paulus mengatakan bahwa Persija Jakarta telah mengajukan surat kepada Panpel Persis dan Ketua Umum Persis Solo FX Hadi Rudyatmo untuk menjadi Stadion Manahan sebagai ajang dalam laga Persija menjamu Pelita Jumat (15/8). (*/cax)