< >

Pesawat N-219 Uji Terowongan

Senin, 11 Agustus 2008 17:41
Kapanlagi.com - Rancangan pesawat N-219 yang dibuat PT Dirgantara Indonesia (DI) akan melakukan uji terbang di laboratorium uji terowongan angin, bulan depan, kata pimpinan Proyek Konfigurasi Pesawat NMX-1 PT DI Untung Widjojono.

"Kalau konfigurasi kesalahan tidak banyak maka rancangan dianggap layak diteruskan ke perancangan detail untuk dibuat dan kemudian dirancang sehingga menjadi sebuah prototipe," kata Untung Widjojono di anjungan PT. DI di Ritech Expo, di Jakarta, Senin.

Menurut dia, prototipe pesawat itu akan diproduksi untuk keperluan komersial jika telah melalui uji dan sertifikasi.

Dengan demikian, katanya, pesawat N219 baru akan bisa diserahkan kepada costumer pertamanya untuk diterbangkan sekira tiga tahun atau empat tahun lagi.

Ia mengakui, pesawat seharga US$ 4 juta itu (CN235 berharga US$ 30 juta ) bisa saja kesulitan mendapatkan investor untuk dikembangkan secara komersial.

Namun pesawat bermesin dua tersebut, kata dia, telah disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di tanah air, karena dirancang untuk digunakan di daerah-daerah terpencil untuk penerbangan perintis di Indonesia timur.

Kawasan itu kebanyakan memiliki elevasi tinggi, seperti pegunungan dengan ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut dan mempunyai landasan pendek (sekitar 500 meter), juga sesuai dengan kawasan kepulauan yang jadi ciri khas Indonesia, ujar Untung.

Pesawat dengan panjang badan sekitar 15 meter dan panjang sayap 20 meter dengan kecepatan maksimal 395 km per jam tersebut dirancang agar multiguna dengan biaya operasi yang rendah. (*/bee)