"Kami telah menurunkan dua pleton pasukan untuk mengamankan wilayah tersebut agar tidak terjadi aksi anarkis terhadap warga JAI," kata Kapolres Sukabumi, AKBP Guntor Gaffar di Sukabumi, Senin (11/8).
Aksi penurunan genteng tersebut dilakukan pada Jumat malam (8/8) atas kesepakatan warga dengan pengikut JAI.
Aksi tersebut dipicu oleh kekesalan warga karena aktivitas penganut JAI di wilayah Parakansalak masih terus berlangsung, meski sudah ada SKB tiga menteri.
Guntor mengatakan, kondisi di sekitar lokasi kejadian masih kondusif, namun untuk memperkuat pengamanan pihaknya menurunkan dua pleton Dalmas dari Polres Sukabumi dan personel Polsek Rayon Utara.
Sementara itu, Camat Parakansalak, Udin Syafrudin mengatakan penurunan genteng terjadi di dua bangunan, yaitu Masjid Baiturrahid dan Masjid Baitutdo`a setelah warga melaksanakan Shalat Jumat.
Menurut dia, genteng tersebut diturunkan karena para warga JAI masih terus melakukan kegiatannya di lokasi tersebut.
"Kami bersama unsur muspika telah melakukan sejumlah langkah pengamanan, yakni dengan menempatkan personel kepolisian di lokasi tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," tuturnya.
Sebelumnya, di Kampung Parakansalak RT 02 RW 02 Desa/Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi sebuah Masjid milik JAI, Alfurqon dibakar massa pada 28 April 2008 lalu. Polisi telah menetapkan 12 tersangka dalam kasus tersebut.
Di Kabupaten Sukabumi, JAI terkonsentrasi di sejumlah wilayah di antaranya Kecamatan Parakansalak, Warungkiara, Jampang Tengah dan Sukabumi. (kpl/rif)